Padang – Seorang warga Padang nekat berjalan kaki ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Hal ini dibenarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sumatera Barat.
Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, mengapresiasi semangat warga tersebut.
Warga Padang bernama M. Alif memulai perjalanannya dari sebuah masjid pada Jumat, 16 Januari.
Rifki mengatakan, berjalan kaki atau bersepeda ke tanah suci bukan hal baru. Kementerian Agama pun pernah menemukan kasus serupa.
Pada 2024, Rifki bertemu jemaah Indonesia yang tiba di Arab Saudi dengan sepeda setelah sembilan bulan perjalanan. Namun, kedatangannya tidak bertepatan dengan musim haji, sehingga hanya umrah.
Rifki mengingatkan calon haji mandiri agar waspada terhadap penipuan. Ia menegaskan, setiap orang yang ingin berhaji wajib menggunakan visa haji.
“Yang perlu diingat adalah semua orang yang ingin masuk ke Arab Saudi harus menggunakan visa haji,” tegasnya.
M. Alif memulai perjalanannya dari masjid di kawasan Pantai Padang.
“Insyaa Allah mau berangkat ibadah haji dari Padang menuju Makkah dengan berjalan kaki,” ujarnya di media sosial.
Alif ingin mendapatkan haji mabrur dengan cara mujahadah, yaitu berjalan kaki.







