Berita

Mensos Kejar Target: Bangun 500 Sekolah Rakyat untuk Warga Miskin

116
×

Mensos Kejar Target: Bangun 500 Sekolah Rakyat untuk Warga Miskin

Sebarkan artikel ini
mensos-beberkan-cara-penuhi-target-500-sekolah-rakyat-hingga-2029
mensos beberkan cara penuhi target 500 sekolah rakyat hingga 2029

Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul optimis target 500 Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia bisa tercapai pada 2029.

Target ini merupakan amanat dari Presiden Prabowo Subianto.

Gus Ipul menyatakan akan menggandeng berbagai lembaga untuk mewujudkan target tersebut.

Kemensos telah bekerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk kementerian/lembaga lain, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Tujuannya adalah membangun 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun.

“Minimal ya. Kalau 100 (sekolah) setiap tahun berarti kan tahun ini 100, tahun depan 100, tahun berikutnya 100,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Kamis (15/1/2025).

Presiden Prabowo menargetkan 500 Sekolah Rakyat tersebar di seluruh Indonesia hingga 2029.

Setiap sekolah akan menampung 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Saat ini, baru ada 166 Sekolah Rakyat yang berdiri di 34 provinsi.

Presiden ingin agar setiap provinsi memiliki Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Jadi bisa tercapai itu harapan Bapak Presiden itu. Dan untuk itulah, kami koordinasi dengan Kementerian PU. Karena yang membangun sarana prasarana itu adalah Kementerian PU,” kata Gus Ipul.

Seiring dengan pembangunan gedung sekolah permanen, Kemensos akan menyiapkan seleksi siswa, guru, tenaga kependidikan, serta operasional yang dibutuhkan.

Siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Yang penting adalah yang bisa sekolah di sini adalah (anak-anak) dari keluarga yang paling tidak mampu,” tegas Gus Ipul.

Ia juga menekankan tidak boleh ada kecurangan dalam proses perekrutan siswa.

“Dan itu tidak boleh ada suap-menyuap, tidak boleh sogok-menyogok, tidak boleh ada titipan-titipan. Itu enggak boleh ya, memang harus mereka yang layak memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di sini. Dengan begitu, insya Allah akan makin banyak yang punya kesempatan untuk sekolah di Sekolah Rakyat,” pungkas Gus Ipul.