Berita

Konsumsi Tertekan, Kelas Menengah Minta Pemerintah Tingkatkan Stimulus

113
×

Konsumsi Tertekan, Kelas Menengah Minta Pemerintah Tingkatkan Stimulus

Sebarkan artikel ini
daya-beli-kelas-menengah-melemah,-pemerintah-diminta-tambah-stimulus
daya beli kelas menengah melemah, pemerintah diminta tambah stimulus

Jakarta – Konsumsi rumah tangga menjadi andalan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, kelas menengah yang berperan besar dalam konsumsi ini sedang mengalami tekanan.

Peneliti Great Institute, Adrian Nalendra Perwira, menekankan perlunya stimulus lebih untuk kelas menengah. Tujuannya adalah menjaga daya beli mereka.

Menurut Adrian, kelas menengah adalah fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi. Saat ini, mereka sedang terhimpit gejolak ekonomi.

Data tahun 2024 menunjukkan kontraksi kelas menengah sebesar -16,60 persen. Sementara itu, kelas menengah rentan tumbuh 6,79 persen dan kelas rentan melonjak 23,05 persen.

“Basis konsumen kelas menengah yang menjadi motor belanja justru menyusut,” kata Adrian dalam diskusi Great Institute.

Ia menambahkan, populasi kelompok rentan dan menengah rentan justru membengkak. Mobilitas sosial terhambat dan menahan banyak keluarga di zona rapuh.

Stimulus pemerintah selama ini lebih banyak menyasar kelompok miskin. Contohnya, bansos, PKH, dan BLT.

Untuk kelas menengah, ada insentif PPh 21 bagi pekerja sektor padat karya dan pariwisata dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan.

Namun, stimulus ini baru berlaku untuk lima sektor: alas kaki, tekstil, furnitur, kulit, dan pariwisata.

Adrian menilai stimulus ini bisa mendongkrak konsumsi kelas menengah. Ia menyarankan pemerintah memperluas sektor penerima manfaat pembebasan PPh 21.