Bandung – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan kematian pasien di RSHS Bandung bukan karena superflu. Pasien tersebut meninggal akibat penyakit lain.
Hal ini disampaikan Budi pada Selasa (13/2).
Menkes menjelaskan, superflu memang mudah menular.
Namun, virus ini bukan hal baru seperti COVID-19.
“Sudah lama, sudah tahunan beredar, sebenarnya asal badan kita sehat harusnya bisa diatasi oleh imun sistemnya kita sendiri ya,” ujarnya.
Menkes meminta masyarakat tenang. Tingkat kematian akibat superflu sangat rendah.
“Fatality ratenya rendah sekali ya, memang yang tinggi adalah penularannya,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang pasien dengan gejala influenza A H3N2 subclade K atau superflu meninggal di RSHS.
Total ada sepuluh pasien yang ditangani rumah sakit tersebut.
Tim Pinere RSHS, dr. Yovita Hartantri, menjelaskan pasien meninggal karena banyak penyakit bawaan.
“Ada stroke, ada gagal jantung dan terakhir karena ada infeksi dan ada gagal ginjal juga. Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan karena memang dia mungkin komorbid yang banyak,” jelas Yovita.







