Jakarta – Pemerintah menargetkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra Utara rampung dalam tiga bulan. Relokasi warga terdampak akan dipercepat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (08/01).
Tito mengatakan koordinasi akan dilakukan secepat mungkin. Targetnya, Huntara selesai sebelum tiga bulan.
Selain Huntara, pemerintah menyiapkan Hunian Tetap (Huntap) dengan tiga skema.
Skema tersebut meliputi APBN yang dikoordinasikan Kementerian PUPR, dukungan lintas kementerian, dan gotong royong.
Pembangunan Huntap akan berjalan paralel dengan Huntara. Tujuannya agar warga segera mendapatkan kepastian hunian jangka panjang.
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon menambahkan, lokasi Huntap akan dikaji mendalam.
Tujuannya agar wilayah relokasi aman dari potensi bencana di masa depan.
“Tempat (Huntap) ini juga akan ada asesmennya dari kementerian terkait, dengan jaminan bahwa relokasi rumah-rumah baru ini memang dipandang dan diyakini aman berdasarkan asesmen kementerian/lembaga terkait,” kata Richard.
Richard menjelaskan, penanganan bencana kini memasuki tahap pemulihan. Fokusnya adalah pembersihan area terdampak.
Pendekatan dilakukan secara door to door, melibatkan taruna dari Akmil, AU, AL, dan Akpol dalam program Latsitarda.
Dengan target tiga bulan, pemerintah menekankan percepatan pembangunan Huntara sebagai jembatan menuju hunian permanen. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan diperkuat.







