Gunungkidul – Warga Gunungkidul, Yogyakarta, dihebohkan dengan penemuan jejak yang diduga tapak harimau Jawa. Jejak tersebut ditemukan di lokasi proyek pembangunan pondok pesantren (Ponpes) Semanu, Jumat (2/1).
BKSDA Gunungkidul langsung mendatangi lokasi penemuan di Panggul Kulon, Candirejo.
Sayangnya, petugas BKSDA belum bisa memastikan jenis jejak tersebut.
“Kami sudah melakukan pengecekan di lokasi dan hasilnya minim sekali data,” ujar Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto, Jumat (2/1).
Minimnya data ini disebabkan jejak tersebut sudah hilang akibat hujan deras.
BKSDA pun kesulitan mengukur dan menganalisa jejak tersebut.
“Karena tanda jejaknya sudah tidak ada akibat hujan deras yang turun kemarin,” jelas Tugimayanto.
“Jadi kami tidak bisa mengukur berapa besaran jejaknya, dan karena itu kita belum memastikan untuk jenis jejak apa,” imbuhnya.
Meski begitu, Tugimayanto memastikan pihaknya akan tetap melakukan monitoring.
“Tapi kami akan tetap melakukan pengawasan, maksudnya kami selalu monitor keberadaan satwa ini,” katanya.
“Karena ini juga salah satu satwa yang dilindungi undang-undang,” lanjutnya.
Tugimayanto menyebutkan bahwa di Gunungkidul masih terdapat habitat macan tutul, salah satunya di Girisubo.
Namun, untuk habitat harimau, Tugimayanto menyebut sudah tidak ada.
“Memang untuk wilayah Gunungkidul, untuk jenis macan tutul masih ada tapi jumlahnya sangat sedikit,” terangnya.
“Tapi kalau keberadaan harimau sudah tidak ada. Jadi kalaupun ada itu mungkin jenis macan tutul, tapi itupun kami belum bisa memastikan,” tambahnya.
Penemuan jejak ini menjadi viral setelah seorang pekerja proyek merekam dan mengunggahnya di media sosial.
Heru Purwanto (56), seorang pekerja bangunan, mengaku menemukan jejak itu beberapa hari lalu.
“Tiga hari yang lalu, pagi-pagi saya datang ke sini mau kerja lihat jejak harimau,” ungkapnya.
“Itu jejaknya besar sekali seukuran telapak sapi. Tapi jejak itu sudah hilang karena kemarin kan hujan deras sekali,” pungkasnya.







