Berita

Indonesia Respons Serangan AS ke Venezuela, Serukan De-eskalasi Konflik

138
×

Indonesia Respons Serangan AS ke Venezuela, Serukan De-eskalasi Konflik

Sebarkan artikel ini
46ab6afcb544ae29f6fde00d5f0648bc.jpg
46ab6afcb544ae29f6fde00d5f0648bc.jpg

Caracas – Di tengah serangan berskala besar Amerika Serikat ke Venezuela, pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak untuk mengedepankan penyelesaian damai melalui de-eskalasi dan dialog. Seruan ini muncul seiring klaim bahwa Presiden Nicolas Maduro telah diculik AS dalam agresi tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosial X menyatakan, perlindungan terhadap warga sipil harus diutamakan. Pemerintah juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB.

Kondisi WNI di Venezuela dipastikan aman. KBRI Caracas terus memantau perkembangan situasi dan keselamatan seluruh WNI.

“Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Ketegangan meningkat setelah serangkaian ledakan mengguncang beberapa wilayah Venezuela pada Sabtu dini hari. Video yang beredar menunjukkan asap tebal di Caracas dan sirene serangan udara terdengar.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, mengecam agresi militer AS. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pasukan khusus AS telah menculik Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen. Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menuntut bukti bahwa Maduro dan istrinya masih hidup.