Berita

Mendagri Kirim Ribuan Praja IPDN Pulihkan Aceh Pasca Bencana

140
×

Mendagri Kirim Ribuan Praja IPDN Pulihkan Aceh Pasca Bencana

Sebarkan artikel ini
mendagri-tito-lepas-1.138-praja-ipdn-bertugas-di-aceh
mendagri tito lepas 1.138 praja ipdn bertugas di aceh

Tangerang – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirimkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh. Mereka akan membantu pemulihan wilayah desa yang terdampak bencana.

Praja IPDN akan fokus membantu pemulihan pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara.

Pengiriman dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/12/2026).

“Hari ini saya sengaja melepas mereka untuk memberikan motivasi,” kata Tito, yang akan menerima mereka di Aceh.

Pengiriman dilakukan bertahap. Tahap pertama, 413 personel diberangkatkan ke Medan, lalu 414 personel ke Aceh.

“Untuk hari ini 413 personel, besok 414 personel masuk tahap kedua, kemudian tahap ketiga 179 personel,” jelas Tito.

Tim advance yang sudah di lokasi berjumlah 132 personel. Total 1.138 personel.

Ribuan personel IPDN ini akan fokus membantu daerah yang terdampak paling berat. Mereka ditugaskan menjalankan pemerintahan yang terganggu akibat kerusakan parah.

Tito mencatat, 22 desa hilang akibat bencana. Rinciannya, 13 desa di Aceh, delapan desa di Sumatera Utara, dan satu desa di Sumatera Barat.

Selain itu, 1.580 kantor desa di tiga provinsi terdampak, membuat pemerintahan desa tidak berfungsi normal.

“Hampir seluruh daerah-daerah yang terdampak ada 52 daerah,” kata Tito.

Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 1.455 kantor desa terdampak. Disusul Sumatera Utara dengan 93 kantor desa, dan Sumatera Barat 32 kantor desa.

Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah desa terdampak terbanyak.

“Sebagian besar recover, tinggal ada lima yang perlu kita atensi yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibulga,” ujar Tito.

Untuk Aceh, dari 18 kabupaten, 11 sudah membaik. “Yang tujuh lagi ini memerlukan atensi spesifik untuk dapat dipulihkan mulai dari Aceh-Tamiang, Aceh-Utara, Aceh-Timur, Aceh-Tengah kemudian Gayo Lues,” pungkasnya.