Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menembus level 10.000 pada tahun 2026, bahkan melampaui angka tersebut pada akhir tahun yang sama. Optimisme ini didorong oleh sinkronisasi kebijakan pemerintah dan perbaikan prospek ekonomi.
“Tahun depan (IHSG) 10.000? Oh, lebih. Akhir tahun depan lebih dari 10.000,” ujar Purbaya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12/2025).
Sebelumnya, Purbaya sempat memprediksi IHSG akhir tahun 2025 berada di level 9.000. Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), IHSG berada di posisi 8.646,94, naik tipis 0,031 persen.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, saat peresmian penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), memaparkan bahwa pasar modal Indonesia sempat menghadapi tekanan berat akibat dinamika global di paruh pertama 2025.
Tekanan tersebut berasal dari eskalasi perang dagang, volatilitas nilai tukar, dan ketidakpastian geopolitik. IHSG bahkan sempat menyentuh titik terendah di level 5.996 pada pertengahan Maret hingga awal April 2025.
Namun, Iman menyatakan bahwa paruh kedua 2025 menjadi momentum kebangkitan IHSG, dengan mencetak rekor tertinggi (all time high) sebanyak 24 kali sepanjang tahun. Kapitalisasi pasar juga mencetak rekor tertinggi, menyentuh lebih dari Rp 16 ribu triliun.
Pemulihan ini juga tercermin dari fundamental pasar, dengan jumlah investor pasar modal menembus 20 juta dan rata-rata 901 ribu investor aktif bertransaksi setiap bulan. Terdapat 26 pencatatan saham baru, termasuk enam perusahaan besar (lighthouse IPO).
Meskipun jumlah IPO saham tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, total dana yang terkumpul mencapai Rp 18,1 triliun, meningkat 27 persen dibandingkan tahun 2024.







