Jakarta – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI (Menimipas) Agus Andrianto membantah isu penurunan wisatawan asing ke Bali. Data keimigrasian justru menunjukkan kenaikan kunjungan bulanan.
Namun, ada perubahan pola tinggal wisatawan.
Agus menjelaskan, wisatawan kini memilih akomodasi yang berbeda. Mereka tak selalu menginap di hotel atau kawasan wisata utama.
Kondisi keuangan juga memengaruhi lama tinggal dan jenis penginapan.
Isu sepinya turis asing di Bali memang ramai dibicarakan.
Pelaku usaha pariwisata mengeluhkan tingkat hunian yang tak seramai tahun lalu.
Keluhan ini viral di media sosial dan forum industri.
Banyak hotel melaporkan okupansi stagnan atau bahkan turun, terutama di luar area wisata utama.
Pengamat pariwisata menilai, kesan sepi tak selalu berarti jumlah wisatawan berkurang.
Perubahan pola wisata menjadi faktor utama.
Wisatawan kini lebih memilih homestay, vila, atau penginapan non-hotel.
Mereka juga membatasi lama tinggal karena tekanan ekonomi global.
Tren budget traveling dan digital nomad membuat pergerakan wisatawan lebih menyebar.
Aktivitas wisata terlihat lebih lengang, meski data keimigrasian tetap tinggi.







