Berita

53 Helikopter Terus Distribusikan Logistik, Pulihkan Sumatra Pasca Bencana

118
×

53 Helikopter Terus Distribusikan Logistik, Pulihkan Sumatra Pasca Bencana

Sebarkan artikel ini
teddy-sebut-53-helikopter-dikerahkan-tangani-bencana-di-sumatra
teddy sebut 53 helikopter dikerahkan tangani bencana di sumatra

Jakarta – Puluhan helikopter dikerahkan untuk menangani banjir bandang dan longsor di Sumatra. Hal ini disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Teddy menjelaskan, helikopter tersebut beroperasi di wilayah terdampak untuk mendukung distribusi logistik ke daerah yang sulit dijangkau jalur darat.

“Kemarin beberapa kali dan tadi pagi pun masih ada yang bertanya mengenai jumlah helikopter. Di mana 50 helikopter itu? Jadi ini datanya,” kata Teddy di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (29/12).

Total ada 53 helikopter gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, swasta, Pertamina, dan lain-lain. Semuanya telah berada di tiga provinsi terdampak sejak awal.

Distribusi bantuan logistik diprioritaskan ke desa-desa yang akses jalannya rusak, belum tersambung, atau tidak bisa dilalui kendaraan darat.

Helikopter diterbangkan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan.

“Mereka menerbangkan logistik ke daerah yang tidak terjangkau melalui darat, yang jalannya putus, yang belum tersambung, ke desa-desa. Ke mana? Ke kepala desa, ke posko peninjau, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Sejak hari pertama penanganan bencana, Prabowo Subianto mengirimkan helikopter pribadinya untuk membantu penanganan di Aceh.

Helikopter tersebut digunakan oleh Gubernur Aceh saat itu, Muzakir Manaf, dan jajarannya selama penanganan bencana.

Teddy juga menanggapi perbandingan penanganan bencana saat ini dengan sebelumnya.

Menurutnya, setiap bencana memiliki tantangan yang berbeda, sehingga penanganannya pun bisa berbeda.

“Dan sekarang ini kita sudah masuk dalam satu bulan pasca bencana, satu bulan pertama dan alhamdulillah pemerintah kita semua di sini, termasuk rekan-rekan pers dan semua yang ada di sana, dalam satu bulan ini kita ada hasil konkret,” ucapnya.

Bencana banjir bandang dan longsor berdampak di tiga provinsi di Sumatra, mencakup sekitar 52 kabupaten.

“78 jalan nasional putus. Per satu bulan dari 78, tinggal 6 yang masih proses penyambungan, 4 titik di Aceh dan di Sumbar dan Sumut,” ungkapnya.

Bencana itu juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas jembatan lintas kabupaten.

“Sekarang per satu bulan, 12 jembatan yang sungainya lebar-lebar 50 meter ke atas, bahkan di Biereun itu sampai 180 meter itu tersambung,” pungkasnya.