KulineRUN

Permintaan Telur Menu MBG Sentuh 127,3 Ribu Ton

110
×

Permintaan Telur Menu MBG Sentuh 127,3 Ribu Ton

Sebarkan artikel ini
b8f1a4a566dc9e26f59864651576d4b8.jpg
b8f1a4a566dc9e26f59864651576d4b8.jpg

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan aman. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin ketersediaan telur ayam ras dalam negeri mencukupi untuk mendukung program tersebut di tahun 2025.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan stok telur nasional melimpah, bahkan mampu memenuhi kebutuhan hingga Ramadan tahun depan.

“Stok telur kita secara nasional banyak. Intinya sangat memenuhi kebutuhan nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/12/2025).

Bapanas memperkirakan kebutuhan telur ayam ras untuk program MBG pada tahun 2025 mencapai 127,3 ribu ton, atau hanya 1,96 persen dari total konsumsi nasional yang mencapai 6,487 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai 6,561 juta ton.

Stok Akhir Tahun Melonjak

Bapanas memproyeksikan stok akhir tahun telur ayam ras akan mencapai 74,5 ribu ton, melonjak 154,2 persen dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang hanya 29,3 ribu ton.

Meskipun demikian, pemerintah akan terus memantau harga telur ayam ras agar tetap berada di rentang Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen, yaitu Rp 30.000 per kilogram.

Astawa mengungkapkan, Bapanas secara rutin berkoordinasi dengan peternak untuk menjaga stabilitas harga. Para peternak telah berkomitmen menjual telur di rentang harga Rp 22.000 – Rp 25.000 per kilogram, sehingga pedagang diharapkan dapat menjual sesuai HAP.

Harga Telur Sempat Sentuh Rp 31.247 Per Kilogram

Berdasarkan pantauan di situs Bapanas, harga telur ayam ras secara nasional sempat berada di level Rp 31.247 per kilogram pada Kamis (25/12/2025), di atas HAP yang ditetapkan. Kenaikan tertinggi terjadi di Papua Selatan, mencapai Rp 45.000 per kilogram.

Astawa menjelaskan, fluktuasi harga telur ayam ras bersifat musiman dan dipengaruhi oleh peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia mengakui bahwa program MBG turut memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga, namun tidak signifikan.

bbc4f18b83e39aa7940e1e95a4e73877.jpg
KulineRUN

Belakangan ini, daging grass-fed semakin sering dibicarakan karena dianggap lebih sehat dan alami dibanding daging biasa. Di media sosial, istilah ini bahkan kerap dikaitkan dengan pola makan sehat hingga gaya hidup premium untuk hewan ternak. Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya, apakah daging grass-fed memang benar lebih bergizi a…