FENESIA – WHO, badan kesehatan internasional akan ke Wuhan, China dalam rangka melakukan penyelidikan terkait asal-usul pemicu pandemi virus Corona.
Terdapat 12 sampai 15 pakar yang tergabung dalam tim yang dibentuk WHO yang akan diberangkatkan ke Wuhan, China. Sebelum melakukan penyelidikan tersebut, pakar-pakar tersebut akan melakukan karantina terlebih dahulu selama 2 minggu.
Virus yang mirip namun tak mengakibatkan Covid-19 sebelumnya telah ditemukan pada seekor kelelawar
Sebelumnya, Amerika Serikat menuduh China menyembunyikan penyebaran wabah ini dan telah menyerukan penyelidikan transparan yang dipimpin WHO namun tidak setuju jika penyelidikan pendahuluan dilakukan oleh para ilmuwan China sendiri.
China melaporkan kasus pertama pada WHO “pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya” di Wuhan pada 31 Desember 2019. Aparat setempat juga menutup pasar yang diperkirakan sebagai tempat munculnya virus corona pertama kali.
Pada bulan Mei lalu Menteri Kesehatan China telah meminta WHO untuk mengidentifikasi sumber virus dan bagaimana virus ini menular ke manusia.
Menjelang setahun setelah virus ini menyebar ke seluruh dunia, 12 hingga 15 pakar yang tergabung dalam tim WHO bersiap ke Wuhan untuk memeriksa bukti-bukti, seperti sampel manusia dan hewan yang dikumpulkan oleh tim peneliti China, dan untuk mengembangkan penelitian awal mereka.
Thea Fischer, salah satu anggota tim asal Denmark menjelaskan bahwa tim ini akan berangkat “tepat setelah Tahun Baru” untuk sebuah misi selama enam minggu, termasuk dua minggu untuk karantina saat kedatangan.
Ia menjelaskan, “Fase pertama seharusnya sudah selesai sekarang sesuai dengan kerangka acuan. Kita seharusnya sudah mendapatkan sejumlah hasil.”
“Jika hal itu kami peroleh saat tiba di China, tentu saja akan sangat bagus. Artinya kita sudah berada di fase kedua (penyelidikan),” ungkapThea.
Seorang diplomat Barat mengatakan bahwa tim ini diperkirakan berangkat pada awal Januari, sebelum pertemuan dewan eksekutif WHO pada 18 Januari. Ia juga menambahkan, “Ada tekanan kuat terhadap China dan WHO.”
Dalam laporan-laporan media pemerintah China sebelumnya, beredar tudingan bahwa virus ini sudah ada di negara lain sebelum di China.
Tudingan ini mengutip fakta virus corona ditemukan di kemasan makanan beku yang diimpor dari luar China. Juga dengan mengutip makalah ilmiah yang mengklaim virus tersebut telah menyebar di Eropa sejak tahun lalu.
Beberapa negara Barat telah menyatakan keprihatinan mereka atas keterlambatan pengiriman tim pakar internasional ke Wuhan.
Seorang diplomat menyebut tidak ada transparansi di saat pakar WHO tidak berada di lapangan untuk berbicara dengan dokter dan peneliti atau memeriksa sampel laboratorium.
Tapi, seorang diplomat lainnya menilai misi WHO ini telah ada di jalur yang tepat, serta WHO harus menerima persyaratan yang diajukan Pemerintah China untuk mendapatkan akses ke Wuhan.







