Berita

Tangsel Atasi Tumpukan Sampah Serpong, Semprot Cairan Penghilang Bau

114
×

Tangsel Atasi Tumpukan Sampah Serpong, Semprot Cairan Penghilang Bau

Sebarkan artikel ini
sampah-menggunung-di-serpong,-disemprot-dan-ditutup-terpal-kurangi-bau
sampah menggunung di serpong, disemprot dan ditutup terpal kurangi bau

Tangerang Selatan – Warga Serpong, Tangerang Selatan, keluhkan tumpukan sampah yang menggunung di depan Kantor Kecamatan Serpong dan sepanjang Jalan Raya Serpong menuju Gedung DPRD. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) langsung bergerak cepat mengatasi masalah ini.

Minggu (14/12/2025), petugas gabungan dari Kecamatan Serpong dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel turun tangan membersihkan lokasi dan menyemprotkan cairan penghilang bau.

Camat Serpong, Syaifuddin, menjelaskan penanganan ini dilakukan setelah banyaknya keluhan warga terkait bau menyengat dari tumpukan sampah yang sudah beberapa hari mengganggu.

“Hari ini kami bersama teman-teman dari DLH merapikan sampah di sekitar Pasar Serpong dan Jalan Raya Serpong yang mengarah ke kantor DPRD Kota Tangerang Selatan,” ujar Syaifuddin.

Syaifuddin menambahkan, cairan yang disemprotkan berfungsi mengurangi bau tidak sedap. Ia memastikan, setelah penyemprotan, bau sampah berkurang dan tidak terlalu mengganggu masyarakat.

Pihak kecamatan akan terus memantau lokasi yang sudah dibersihkan agar tidak terjadi penumpukan sampah kembali. Pengawasan akan dilakukan bersama RT, lurah, dan unsur terkait lainnya.

Terkait kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Syaifuddin menyampaikan bahwa saat ini masih dalam proses perapihan dan terasering. Ia berharap TPA Cipeucang dapat segera beroperasi kembali.

Pengawas DLH Kota Tangerang Selatan, Firda Yofiyana, menambahkan bahwa penyemprotan dilakukan menggunakan cairan bio-wash milik UPT TPA Cipeucang. Cairan ini biasa digunakan untuk mengurangi bau sampah di area TPA.

“Kami melakukan penyemprotan dan penutupan menggunakan terpal karena bau yang ditimbulkan sudah sangat menyengat,” kata Firda.

Menurut Firda, penumpukan sampah ini terjadi akibat penutupan sementara pelayanan pembuangan sampah ke TPA Cipeucang sejak Senin lalu.

Firda menyebut sampah yang dibuang di pinggir jalan tersebut merupakan sampah liar yang tidak memiliki retribusi resmi dan berasal dari berbagai pihak, termasuk warga yang melintas.

DLH mengimbau masyarakat untuk sementara menampung sampah di lingkungan masing-masing hingga TPA Cipeucang kembali beroperasi dan pelayanan pengangkutan sampah berjalan normal kembali.