Berita

Probolinggo Bangun Jembatan Darurat, Atasi Isolasi Akibat Banjir

81
×

Probolinggo Bangun Jembatan Darurat, Atasi Isolasi Akibat Banjir

Sebarkan artikel ini
30-kk-masih-terisolasi-akibat-banjir-bandang-di-probolinggo
30 kk masih terisolasi akibat banjir bandang di probolinggo

Probolinggo – Banjir bandang putuskan akses jalan, puluhan keluarga di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terisolasi. Bencana ini merusak jembatan penghubung antar desa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Oemar Sjarif, menyebutkan, sekitar 30 KK masih kesulitan beraktivitas akibat kejadian ini.

Banjir bandang menerjang setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Air sungai meluap dan merendam pemukiman warga, membawa serta lumpur.

Selain merusak rumah, banjir juga menghancurkan fasilitas umum, termasuk jembatan. Akibatnya, akses warga di beberapa desa terputus sejak Kamis (11/12) malam.

“Kami sudah membuat jembatan darurat untuk warga yang sempat terisolasi. Namun, masih ada sekitar 30 KK yang belum bisa dijangkau,” kata Oemar, Jumat (12/12).

Sebelumnya, sekitar 500 KK sempat terisolasi akibat enam jembatan yang rusak. Namun, berkat pembangunan jembatan darurat, sebagian besar warga sudah bisa dievakuasi.

Tiga desa yang terdampak parah adalah Desa Andungbiru, Tlogoargo, dan Tiris, yang berada di Kecamatan Tiris.

BPBD Probolinggo mencatat, selain jembatan, belasan rumah warga juga rusak akibat banjir bandang. Empat rumah di Desa Andungbiru dan 13 rumah di Desa Tiris mengalami kerusakan.

“Banjir sudah mulai surut, tapi masih ada material lumpur yang tersisa di rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini,” ujar Oemar.

Selain banjir bandang, hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di Desa Andungbiru. Dua rumah dilaporkan terdampak longsor.

Oemar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi oleh BMKG.

Pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Andungbiru dan Desa Tiris akan dilanjutkan. Diharapkan, seluruh akses warga dapat segera dibuka kembali.