Berita

Kebakaran Terra Drone: Korban Tewas Terjebak di Dalam Gedung

76
×

Kebakaran Terra Drone: Korban Tewas Terjebak di Dalam Gedung

Sebarkan artikel ini
e1710afe862b472e9919c4bdcdbed150.jpg
e1710afe862b472e9919c4bdcdbed150.jpg

Jakarta – Polisi menetapkan Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana, sebagai tersangka terkait kebakaran maut di gedung perusahaannya di Kemayoran, Jakarta Pusat. Insiden tragis pada 9 Desember 2025 tersebut menewaskan 22 orang.

Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro pada Jumat, 12 Desember 2025, mengungkapkan bahwa penetapan tersangka didasari dugaan kelalaian fatal dalam sistem manajerial dan keselamatan gedung.

“Ada kelalaian,” ucap Susatyo. Menurutnya, aspek keselamatan di bangunan tersebut jauh dari standar layak. Gedung diketahui tidak memiliki jalur evakuasi, pintu darurat, sensor asap, alarm kebakaran, hingga sistem proteksi kebakaran yang memadai.

Selain itu, Susatyo juga menyoroti kondisi seluruh gedung yang tertutup kaca namun tidak dilengkapi alat pemecah kaca. “Banyak korban kami temukan di pinggiran kaca itu, kemungkinan coba memecahkan kaca dengan tangan (untuk menyelamatkan diri),” tuturnya.

Mayoritas korban tewas bukan akibat luka bakar langsung, melainkan karena terjebak dan kehabisan napas. “Umumnya meninggal itu bukan karena luka bakar langsung, tetapi akibat tidak bisa segera menyelamatkan diri,” jelas Susatyo, menambahkan bahwa korban-korban tersebut tidak bisa segera menyelamatkan diri akibat tidak adanya jalur evakuasi yang memadai.

Kepolisian juga menemukan adanya masalah sistemik terkait penyimpanan baterai yang dilakukan tanpa memperhatikan standar operasional.

Atas kelalaian ini, Wishnu dijerat dengan Pasal 187, 188, dan 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Berdasarkan aturan tersebut, bos perusahaan drone itu terancam pidana penjara paling lama seumur hidup.

Kebakaran gedung Terra Drone dilaporkan warga pada Selasa, 9 Desember 2025, sekitar pukul 12.43 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WIB, sementara proses evakuasi korban berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Total korban jiwa dalam tragedi ini mencapai 22 orang, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Seluruh jenazah korban telah diidentifikasi oleh dokter forensik di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.