Berita

Kemendikbudristek Bantu Korban Kecelakaan Mobil MBG di SDN Kalibaru

189
×

Kemendikbudristek Bantu Korban Kecelakaan Mobil MBG di SDN Kalibaru

Sebarkan artikel ini
bcd77f2a914d74d82f8c377868bfbadf.jpg
bcd77f2a914d74d82f8c377868bfbadf.jpg

Jakarta – Kepolisian terus mendalami insiden tragis mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah siswa di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Kecelakaan yang terjadi pada Kamis (11/12/2025) ini menyebabkan 22 siswa menjadi korban, di mana pengemudi diketahui adalah sopir pengganti.

Menyusul kejadian tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera bergerak cepat memberikan bantuan. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, secara langsung mengunjungi para korban di RSUD Cilincing dan RS Koja.

“Kami memberikan bantuan santunan kepada lima korban luka serius masing-masing Rp 5 juta, sementara 17 korban luka ringan masing-masing Rp 2,5 juta,” terang Gogot pada Jumat (12/11/2025). Selain bantuan finansial, pihak Kemendikdasmen juga menyampaikan penguatan moral kepada para korban dan keluarga.

Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, pihak sekolah, dan instansi terkait. Koordinasi ini bertujuan memantau perkembangan kondisi korban serta memastikan langkah lanjutan dilakukan secara cepat dan terarah.

Pihak kementerian juga mengimbau seluruh pihak untuk menghormati privasi korban dan keluarga, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Utara Erick Frendriz membenarkan bahwa mobil yang terlibat kecelakaan itu merupakan kendaraan pengantar MBG. “Iya, mobil MBG yang akan mengantarkan makanan ke sekolah ini,” kata Erick di lokasi kejadian.

Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendapatkan detail kronologi yang lengkap. Berdasarkan rekaman CCTV yang telah diperiksa polisi, insiden terjadi saat siswa sedang beraktivitas di lapangan sekolah sebelum mobil tiba-tiba masuk dan menabrak.

Wakil Kepala BGN Sonny Sanjaya mengungkap fakta bahwa sopir yang mengemudikan mobil nahas tersebut adalah sopir pengganti. “Seharusnya ada sopir tetap. Namun, satu sopir ini sudah dua hari tidak masuk karena sakit. Maka kemudian sopir yang hari ini membawa kendaraan, yang terlibat kecelakaan, itu yang menggantikan,” jelas Sonny.