Berita

Penjualan Mobil China Anjlok, Subsidi Pemerintah Jadi Sorotan

133
×

Penjualan Mobil China Anjlok, Subsidi Pemerintah Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
penjualan-mobil-china-turun-tajam-pada-november,-terbesar-dalam-10-bulan
penjualan mobil china turun tajam pada november, terbesar dalam 10 bulan

Jakarta – Pasar otomotif China menunjukkan tren penurunan. Penjualan mobil di negara tersebut merosot tajam pada November 2025.

Data dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) mencatat, penjualan mobil anjlok 8,5 persen. Ini menjadi penurunan terdalam dalam 10 bulan terakhir.

CPCA menduga penurunan ini dipicu berakhirnya subsidi pemerintah. Minat beli konsumen pun melemah.

Total 2,24 juta unit mobil terjual pada November. Angka ini melanjutkan penurunan 0,8 persen yang terjadi pada Oktober.

“Penurunan ini tidak normal,” ujar Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu, menukil Reuters. Ia membandingkan situasi ini dengan tahun 2008 saat konsumsi tertekan.

Di tengah lesunya pasar, penjualan kendaraan listrik (EV) dan hibrida plug-in (PHEV) justru mencetak rekor. Penjualan kendaraan energi baru (NEV) mencapai 58,9 persen dari total penjualan nasional.

Sebelumnya, pemerintah China memberikan subsidi untuk EV dan PHEV. Program ini berhasil menjaring 11,2 juta unit dalam 11 bulan pertama 2025.

Namun, pengurangan subsidi diperkirakan akan kembali menekan sentimen pembeli. Penurunan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan basis penjualan tinggi tahun lalu turut memperparah kontraksi pasar.

Meski demikian, CPCA masih optimistis penjualan tahunan tumbuh sekitar 5 persen.

Persaingan di pasar otomotif China diprediksi semakin ketat pada 2026. Analis CMBI memperkirakan pasar akan dibanjiri model-model baru. Insentif pajak untuk EV dan PHEV juga akan dipangkas.

Sejumlah produsen menawarkan subsidi tambahan hingga 15.000 yuan atau sekitar Rp35 juta untuk mendongkrak penjualan akhir tahun. Subsidi ini berlaku bagi pemesanan sebelum 31 Desember, meski pengiriman dilakukan tahun depan.

Pemerintah China mulai mengurangi penekanan pada sektor EV. Kendaraan listrik tidak lagi masuk daftar industri strategis dalam peta jalan lima tahun ke depan.

Di tengah kompetisi yang ketat, penjualan BYD pada November turun dibandingkan tahun lalu. Ini menjadi bulan ketiga berturut-turut penjualan global BYD melemah, meski pengiriman ke luar negeri mencetak rekor.

Tesla mencatat lonjakan penjualan setelah penurunan tajam bulan sebelumnya. Penjualannya di China naik menjadi 73.145 unit pada November.

Sementara itu, pendatang baru seperti Xiaomi terus melaju dengan pengiriman lebih dari 40.000 unit selama tiga bulan berturut-turut. Xiaomi telah menyentuh target penjualan tahunan 350.000 unit.

Ekspor mobil China pun melonjak signifikan. Pertumbuhan ekspor meningkat menjadi 52,4 persen pada November dari 27,7 persen pada Oktober.

Tahun depan, mayoritas pertumbuhan ekspor diperkirakan berasal dari segmen EV dan PHEV, dengan proyeksi menembus 2,83 juta unit atau naik 40 persen dari tahun ini.