Berita

Paus Fransiskus: Solusi Dua Negara Akhiri Konflik Israel-Palestina

136
×

Paus Fransiskus: Solusi Dua Negara Akhiri Konflik Israel-Palestina

Sebarkan artikel ini
0b218a9fdf4c8a9caf737f54ed526df2.jpg
0b218a9fdf4c8a9caf737f54ed526df2.jpg

Dalam penerbangan dari Turki menuju Lebanon – Paus Leo XIV pada Minggu menegaskan solusi dua negara merupakan satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel yang masih berlangsung hingga kini. Penegasan ini disampaikan Paus di hadapan media.

Paus Leo XIV menekankan, resolusi apa pun harus mencakup pendirian Negara Palestina. Pernyataan ini sekaligus menegaskan kembali posisi Takhta Suci terkait isu tersebut.

“Kami semua tahu bahwa pada saat ini Israel masih belum menerima solusi itu. Namun, kami memandangnya sebagai solusi satu-satunya,” ujar Paus Leo XIV.

Pembentukan negara Palestina di Yerusalem Timur, Tepi Barat yang diduduki, dan Gaza telah lama dipandang secara internasional sebagai satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik yang berlangsung puluhan tahun.

Paus asal Amerika Serikat itu menambahkan, “Kami juga berteman dengan Israel, dan kami berusaha dengan kedua belah pihak untuk menjadi penengah yang dapat membantu mereka lebih dekat ke solusi yang adil bagi semua.”

Berbeda dengan pendahulunya, mendiang Paus Fransiskus, Leo XIV menghindari penyebutan langsung genosida Israel di Gaza selama kunjungan kenegaraannya ke Turki.

Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu sendiri telah lama mengklaim bahwa pembentukan negara Palestina akan menguntungkan kelompok Palestina Hamas, dan pada akhirnya akan mengarah pada negara yang lebih besar yang dijalankan Hamas di perbatasan Israel.

Awal bulan ini, Netanyahu mengatakan penentangan Israel terhadap negara Palestina “tidak berubah sedikit pun” dan tidak terancam oleh tekanan eksternal maupun internal. “Saya tidak butuh penegasan, cuitan, atau ceramah dari siapa pun,” tegasnya.

Pada 6 November, Paus Leo XIV untuk pertama kalinya bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas mendesaknya bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza serta pentingnya mewujudkan solusi dua negara demi mengakhiri konflik Israel-Palestina.

“Dalam dialog yang bersahabat itu, diakui adanya kebutuhan mendesak untuk memberikan bantuan kepada penduduk sipil di Gaza dan mengakhiri konflik melalui solusi dua negara,” menurut biro pers Takhta Suci dalam pernyataan singkatnya.

Pertemuan itu dilaksanakan dalam rangka peringatan 10 tahun penandatanganan “Kesepakatan Komprehensif antara Takhta Suci dan Negara Palestina.” Kesepakatan yang diteken pada 26 Juni 2015 itu menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk mendukung hak rakyat Palestina menentukan nasibnya sendiri serta implementasi solusi dua negara.