Berita

Anak Muda Indonesia Minim Dana Darurat, Investasi Perlu Digenjot

154
×

Anak Muda Indonesia Minim Dana Darurat, Investasi Perlu Digenjot

Sebarkan artikel ini
dana-darurat-masih-minim,-ini-tiga-langkah-kecil-agar-keuangan-lebih-aman
dana darurat masih minim, ini tiga langkah kecil agar keuangan lebih aman

Jakarta – Anak muda Indonesia dinilai rentan terhadap masalah keuangan. Survei terbaru mengungkap, mayoritas dari mereka belum memiliki dana darurat yang memadai.

Data OCBC Financial Fitness Index 2025 menunjukkan, hanya 19 persen generasi muda yang sudah menyiapkan dana darurat.

“Sebanyak 81 persennya siap-siap scroll cari lowongan kerja kanan-kiri,” tulis OCBC dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025).

Kondisi ini mengindikasikan banyak anak muda yang hidup dari gaji ke gaji. Mereka menjadi lebih rentan saat menghadapi krisis, seperti kehilangan pekerjaan atau pengeluaran tak terduga.

Survei OCBC juga mengungkap, generasi sandwich lebih disiplin dalam menyiapkan masa depan finansial. Sebanyak 29 persen dari mereka sudah mulai menyisihkan dana pensiun.

Kepemilikan instrumen investasi tercatat naik tipis dari 2 persen (2024) menjadi 4 persen (2025). Minat investasi emas juga meningkat dari 2 persen menjadi 6 persen.

OCBC mengingatkan, sebagian anak muda membeli emas karena ikut-ikutan (FOMO).

Manajemen finansial sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko di masa depan. OCBC memberikan tiga langkah perbaikan yang bisa dimulai dari kebiasaan kecil:

  1. Tetapkan target finansial sederhana, seperti membeli emas mulai dari Rp 10 ribu atau menyiapkan dana darurat minimal Rp 3 juta dalam tiga bulan.
  1. Catat pengeluaran kecil harian seperti kopi, ojek, atau camilan agar pola konsumsi lebih terkendali.
  1. Pilih instrumen investasi sesuai profil risiko, bukan sekadar ikut tren. Kenali toleransi risiko sebelum berinvestasi.

Langkah-langkah ini relevan bagi anak muda dengan pendapatan belum stabil. Dengan kebiasaan terukur, keamanan keuangan dapat dibangun perlahan.