Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) gencar berdayakan jutaan ibu rumah tangga prasejahtera melalui program kewirausahaan. Upaya ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 8,47% atau 23,85 juta jiwa. Sementara kemiskinan ekstrem menyentuh 0,85% atau sekitar 2,38 juta orang.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan yang terintegrasi.
“Pembiayaan tanpa pemberdayaan ibarat api tanpa cahaya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (10/11/2025).
PNM menargetkan setiap rupiah yang disalurkan dapat memutar roda usaha, membangkitkan semangat, dan menumbuhkan kepercayaan diri perempuan agar mandiri secara ekonomi.
Arief menambahkan, kekuatan bangsa tidak hanya berasal dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
PNM memandang ibu-ibu prasejahtera sebagai pahlawan ekonomi keluarga yang berjuang keras meningkatkan kesejahteraan.
Sejarawan ekonomi, Prof. Dr. Emil Salim, pernah menyatakan bahwa pahlawan ekonomi adalah mereka yang dengan tangan kosong mampu menegakkan martabat bangsa melalui kerja keras dan kemandirian.
Melalui program pemberdayaan ini, PNM berharap semakin banyak keluarga yang terangkat dari kemiskinan dan mampu mandiri secara ekonomi.












