Berita

Polisi Ungkap Penemuan Mayat Farhan dan Reno Dua Bulan Kemudian

102
×

Polisi Ungkap Penemuan Mayat Farhan dan Reno Dua Bulan Kemudian

Sebarkan artikel ini
02eb3939ec86bdfc9967e79bb1fb438d.jpg
02eb3939ec86bdfc9967e79bb1fb438d.jpg

Jakarta Pusat – Polisi mengidentifikasi dua kerangka manusia yang ditemukan hangus di Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang sebagai Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo. Penemuan ini terjadi pada akhir Oktober 2025, sekitar dua bulan setelah keduanya dilaporkan hilang pasca-demonstrasi yang berakhir ricuh pada Agustus 2025.

Kedua jasad Farhan dan Reno ditemukan di lantai dua gedung ACC yang sebelumnya terbakar saat demonstrasi 29 Agustus 2025 di depan Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kwitang. Penemuan ini berawal dari laporan tim teknis gedung ACC pada 30 Oktober 2025, yang sedang mengecek konstruksi untuk renovasi. Jenazah mereka tertimbun puing dan plafon gedung yang hangus.

Dokter forensik kepolisian berhasil mengidentifikasi kedua kerangka melalui pemeriksaan, pencocokan sampel asam deoksiribonukleat (DNA) dengan anggota keluarga, serta identifikasi barang pribadi seperti kalung dan sabuk. Farhan dan Reno merupakan dua nama terakhir dalam daftar orang hilang dari demonstrasi Agustus – September 2025 yang dihimpun oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Keduanya terakhir terlihat di area Mako Brimob, Kwitang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar (AKBP) Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk pertama kali pada 2 September 2025, menyusul laporan kebakaran dari pemilik Gedung ACC. Namun, saat itu polisi tidak menemukan jasad Farhan dan Reno.

“Kami sudah cek secara menyeluruh seluruh gedung, namun memang kita tidak melihat dan tidak mencium (bau), karena di lokasi tersebut itu bercampur dengan puing-puing sisa kebakaran,” kata Roby saat konferensi pers di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 7 November 2025.

Pengecekan TKP kedua oleh personel Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri pada 19 September 2025 juga tidak membuahkan hasil serupa. Menurut Roby, bau anyir dari jenazah tidak tercium karena kondisi kebakaran. “Karena memang kondisinya kalau kebakaran, kalau daging terbakar, itu sama dengan bau kayu terbakar,” jelasnya.

Personel pengamanan atau security Gedung ACC juga disebut Roby telah berpatroli “hampir setiap hari” namun tidak melakukan pemeriksaan secara menyeluruh karena lokasi hanya terlihat seperti tumpukan puing.

Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Labdokkes) Polri, Brigadir Jenderal Sumy Hastry Purwanti, menambahkan bahwa jenazah sudah dalam bentuk kerangka saat ditemukan. Menurutnya, bau terbakar dari jenazah hanya tercium kuat dalam satu bulan pertama.

“Setelah mungkin masuk bulan kedua, bahkan nanti sampai bulan ketiga, proses bau terhadap sisa bagian tubuh dengan kerangka akan lebih tercium jelas,” kata Sumy. “Jadi kenapa mungkin ditemukannya setelah bulan kedua, setelah dibersihkan, ‘Loh kok ada bau tidak enak atau tidak menyenangkan’, setelah dibongkar ternyata itu adalah kerangka tubuh manusia. Sesuai dengan waktu kematian.”