Jakarta – Polisi mendalami dugaan perundungan sebagai motif di balik ledakan di masjid SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pihaknya tengah mengumpulkan bukti dan informasi terkait motif pelaku.
“Itu salah satu yang kami kumpulkan untuk mengungkap motif,” kata Listyo Sigit, Sabtu (8/11), menanggapi pertanyaan wartawan soal kemungkinan pelaku korban bullying.
Polri berjanji akan merilis keterangan resmi setelah pendalaman kasus selesai dan didukung bukti kuat.
“Secara resmi akan kami rilis. Kami sedang mengumpulkan informasi. Mudah-mudahan segera,” ujar Sigit.
Ledakan di SMAN 72 terjadi pada Jumat siang.
Saat ini, 29 korban ledakan masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Rinciannya, 14 orang di RS Cikini, 14 di RS Yarsi, dan 1 di RSPP Pertamina.
Seorang siswa SMAN 72, Ilham (nama samaran), menduga pelaku adalah korban perundungan.
“Iya benar. Dia tuh kayak enggak kuat mentalnya,” kata Ilham di lokasi kejadian.
Menurut Ilham, pelaku yang merupakan siswa kelas 12 dikenal penyendiri dan gemar menggambar hal ekstrem.
“Sering nonton tembak-tembakan,” imbuh Ilham, mengutip informasi dari teman dekat pelaku.







