Berita

Prabowo Prioritaskan Penanganan Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta.

97
×

Prabowo Prioritaskan Penanganan Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta.

Sebarkan artikel ini
37c72bcab2351194b2b1b1fa1e1ded55.jpg
37c72bcab2351194b2b1b1fa1e1ded55.jpg

Kelapa Gading – Presiden Prabowo Subianto menyoroti insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang melukai puluhan orang. Presiden meminta penanganan korban menjadi prioritas utama, sekaligus mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pesan Presiden Prabowo tersebut dari Istana Merdeka, Jakarta, pada 7 November 2025. “Jika ada hal-hal yang dirasa mencurigakan, atau ada hal-hal yang mungkin berpotensi menjadi hal-hal yang tidak baik, kita harus semakin peduli baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah,” kata Prasetyo.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri menyatakan bahwa sebanyak 54 korban ledakan dilarikan ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sebagian besar korban mengalami luka ringan hingga sedang. “Data awal yang baru kami terima tadi ya, kalau kami jumlahkan kurang lebih sekitar 54 orang,” ujarnya di RS Islam Cempaka Putih pada Jumat, 7 November 2025.

Sementara itu, Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 Polri tengah menyelidiki dugaan terorisme dalam insiden ledakan ini. Juru Bicara Densus 88 Ajun Komisaris Besar Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan, indikasi terorisme tersebut masih didalami. “Densus 88 masih melakukan pendalaman apakah insiden tersebut terdapat unsur terorisme atau tidak,” kata Mayndra dalam keterangannya pada Jumat.

Wakil Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Friedrich Paulus, yang meninjau lokasi ledakan, membenarkan adanya senapan di lokasi seperti yang beredar di grup percakapan media. “Setelah kami cek memang betul ada senapan. Tetapi, itu senapan mainan,” kata Lodewijk di lokasi, Jumat, 7 November 2025.

Lodewijk menuturkan, berdasarkan keterangan saksi mata, ledakan terjadi dua kali di area masjid SMAN 72 sekitar pukul 12.15 WIB, saat para murid tengah menjalankan ibadah salat Jumat.

Ledakan pertama terjadi di area belakang masjid, sedangkan ledakan kedua terjadi di dekat pintu masjid. “Ada 20 orang yang menjadi korban,” ujar Lodewijk.

Terkait penyebab ledakan, ia menjelaskan bahwa tim forensik Polri dan penjinak bahan peledak dari TNI Angkatan Darat masih melakukan penyelidikan. “Saya minta jangan jumping conclusion bahwa ini aksi terorisme. Kami belum sampai ke sana, biarkan tim bekerja dulu,” ucap Lodewijk.