Berita

Kontestan Miss Universe Tinggalkan Panggung Usai Hina Miss Meksiko

112
×

Kontestan Miss Universe Tinggalkan Panggung Usai Hina Miss Meksiko

Sebarkan artikel ini
1a21387f3cb7023acde806dd8f6c7d3d.jpg
1a21387f3cb7023acde806dd8f6c7d3d.jpg

Thailand – Ajang pemilihan ratu kecantikan sejagat, Miss Universe 2025 di Thailand, mendadak diwarnai ketegangan setelah perdebatan sengit antara Miss Meksiko, Fatima Bosch, dengan salah satu eksekutif penyelenggara, Nawat Itsaragrisil. Insiden yang terekam dalam siaran langsung Facebook pada Selasa, 4 November 2025 ini, langsung memicu banyak reaksi dari publik dan kontestan lainnya.

Dalam video yang viral, Nawat memanggil Bosch di tengah forum kontestan. Ia menuduh Bosch menolak mengikuti sesi pemotretan promosi yang akan dipublikasikan di media sosial. “Kamu tidak mengunggah karena diperintah oleh direktur Meksiko,” ucap Nawat dalam siaran itu.

Bosch menyangkal hal tersebut dan mencoba menjelaskan sudut pandangnya, namun Nawat terus menyela. Ia bahkan menyebut Bosch sebagai “dummy” atau bodoh.

Tak tinggal diam, Bosch berdiri dan menjawab lantang, “Karena saya punya suara. Kamu tidak menghargaiku sebagai perempuan.” Ia kemudian meninggalkan ruangan. Sejumlah kontestan lain memilih walk out sebagai bentuk dukungan.

Momen itu menjadi simbol protes terhadap sikap otoriter penyelenggara yang dianggap tidak menghargai kebebasan peserta. Beberapa kontestan lain yang keluar ruangan bahkan menyerukan bahwa Miss Universe seharusnya menjadi ruang pemberdayaan, bukan pengendalian.

Situasi semakin rumit ketika terungkap bahwa insiden bermula dari ajakan mengikuti kontes promosi tak resmi, dengan hadiah makan malam bersama Nawat. Bosch menolak ikut karena tidak merasa nyaman, hal ini kemudian memicu kemarahan sang eksekutif.

Setelah video tersebut viral, Miss Universe Organization (MUO) langsung merilis pernyataan resmi di Instagram. Organisasi itu menyatakan komitmen menjaga standar tertinggi dalam hal rasa hormat, keamanan, dan integritas bagi seluruh peserta. MUO juga menyebut akan mengirim delegasi tingkat tinggi untuk mengevaluasi kembali kerja sama dengan mitra penyelenggara di Thailand.

Sementara itu, Bosch memberikan tanggapan melalui akun Instagram pribadinya. “Saya tidak takut untuk berbicara, suara saya lebih kuat,” katanya. Ia menegaskan dirinya bukan “boneka yang dirias dan dipindahkan sesuka hati,” melainkan perempuan yang ingin memperjuangkan suara wanita lain.

Bosch juga menuliskan di Instagram mengenai sikap teguh memegang prinsip. “Kami orang Meksiko tidak menyerah, karena menyerah tidak pernah menjadi bagian dari sejarah kami.” Unggahan disertai foto diri ini disukai hampir 700 ribu pengguna Instagram.

Setelah kontroversi semakin memanas, Nawat muncul dalam konferensi pers dan menyampaikan permintaan maaf terbuka. “Saya ingin meminta maaf kepada semua. Saya tidak terpikir betapa isu ini akan membesar,” ucapnya dengan suara bergetar. Namun, hingga kini, belum ada permintaan maaf langsung kepada Bosch. Banyak pihak menilai langkah Nawat lebih sebagai upaya meredam kemarahan ketimbang penyesalan tulus.

MUO dikabarkan tengah mengevaluasi posisi Nawat dalam kegiatan resmi selanjutnya. Di sisi lain, Bosch mendapat dukungan luas di media sosial dan dari sejumlah finalis lain yang memuji keberaniannya melawan.

Isu ini tidak hanya menyorot hubungan pribadi antara Bosch dan Nawat, tetapi juga memengaruhi citra Miss Universe sebagai ajang yang didirikan dengan prinsip memperkuat peran perempuan. Dalam pandangan publik, kejadian ini menyulut kembali perdebatan lama, yakni seberapa besar otonomi yang dimiliki para kontestan atas diri dan suara mereka.

Langkah Bosch keluar ruangan menjadi inspirasi banyak peserta lain untuk menuntut perlakuan yang adil di dunia kontes kecantikan. Bagi banyak penggemar, suara Miss Meksiko kini bergema lebih keras daripada mahkota yang tengah diperebutkan.