Berita

Polisi Selidiki Ambruknya Atap Asrama Putri Pesantren di Situbondo

97
×

Polisi Selidiki Ambruknya Atap Asrama Putri Pesantren di Situbondo

Sebarkan artikel ini
polisi-selidiki-ambruknya-atap-asrama-putri-pesantren-di-situbon
polisi selidiki ambruknya atap asrama putri pesantren di situbon

Situbondo – Seorang santriwati berusia 13 tahun meninggal dunia setelah atap asrama putri Pondok Pesantren Syalafiah Syafi’iyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani di Situbondo ambruk, Rabu (29/10) dini hari.

Selain korban jiwa, dua santriwati dilaporkan mengalami luka ringan dan dua lainnya luka berat akibat insiden tersebut.

Polisi kini tengah menyelidiki penyebab pasti ambruknya bangunan yang berlokasi di Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki.

“Masih proses lidik dengan tetap memperhatikan situasi Ponpes yang masih berkabung dan proses recovery para korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, Kamis (30/10).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menduga, cuaca ekstrem menjadi faktor utama penyebab ambruknya atap asrama.

“Telah terjadi robohnya atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Syalafiah Syafi’iyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani diduga akibat hujan intensitas lebat disertai angin kencang,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satrio Nurseno, Rabu (29/10).

Lebih lanjut, Satrio menjelaskan, kondisi bangunan yang sudah mengalami keretakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,7 SR pada 25 September 2025 lalu, turut memperparah kondisi asrama.

“Serta adanya keretakan pada beberapa bagian bangunan merupakan dampak dari gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang terjadi pada tanggal 25 September 2025,” jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Hasan, mengungkapkan duka mendalam atas musibah ini.

“Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal,” tuturnya. Saat kejadian, terdapat 19 santri di dalam kamar asrama.