Jakarta – PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) berencana membangun dua pabrik energi terbarukan pada tahun 2026. Investasi ini mencapai Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun.
Pembangunan pabrik ini merupakan langkah strategis untuk mendukung kemandirian energi nasional.
Dua pabrik yang akan dibangun adalah pabrik biodiesel di Sei Mangke, Sumatera Utara, dan pabrik bioetanol di Jember, Jawa Timur.
Direktur Bisnis PTPN III, Ryanto Wisnuardhy, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap agenda Asta Cita. Agenda ini menargetkan kemandirian pangan dan energi nasional.
“Tahun depan kami akan mengupayakan peningkatan produksi. Kami akan memperluas lahan hingga 500 ribu hektare dan mulai membangun pabrik biodiesel,” ujar Ryanto di Bogor, Selasa (28/10/2025).
Dalam proyek biodiesel, PTPN akan menggandeng Pertamina dan mitra swasta. Pasokan bahan baku CPO akan berasal dari PTPN dan Agrinas.
PTPN akan menyiapkan pasokan CPO dari perkebunan di Sumatera Utara dan Riau. Sementara itu, bahan baku bioetanol akan diambil dari tetes tebu hasil produksi gula di Pabrik Glenmore, Jember.
“Kalau biodiesel mungkin di Sei Mangke. Karena bahan bakunya dari sawit, sumbernya ada di Sumatera Utara atau bisa juga di Riau,” jelas Ryanto.
Selain biodiesel, PTPN juga mengembangkan bioetanol berbasis tetes tebu (molase). Perusahaan juga membuka peluang penggunaan singkong sebagai bahan baku alternatif. Pertamina akan menjadi pembeli utama hasil produksi tersebut.
“Bioetanol bahan bakunya sementara dari tetes, tapi kami juga kaji dari singkong. Off-takernya nanti Pertamina,” kata Ryanto.
Ryanto menambahkan, penguatan sektor hulu hingga hilir menjadi kunci untuk menumbuhkan ekonomi berbasis perkebunan. Sinergi antara BUMN, swasta, dan petani rakyat dapat mempercepat realisasi kemandirian energi nasional.
Sebagai informasi tambahan, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), kembali menjadi produsen gula terbesar di Indonesia.







