Berita

Pemerintah Indonesia Membantah Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Israel

121
×

Pemerintah Indonesia Membantah Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Israel

Sebarkan artikel ini
184fe485b617af6e6d021fe6890bcb97.jpg
184fe485b617af6e6d021fe6890bcb97.jpg

Jakarta – Pemerintah Indonesia membantah laporan sejumlah media Israel yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan berkunjung ke Israel dalam beberapa hari ke depan. Kunjungan tersebut dikabarkan akan dilakukan setelah Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) untuk perdamaian Gaza di Mesir.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. “Tidak benar. Sesuai rencana awal Presiden akan kembali ke tanah air setelah acara di Mesir selesai,” kata Sugiono dalam pernyataan tertulisnya, Senin, 13 Oktober 2025.

Sebelumnya, beberapa media Israel seperti Jewish News Syndicate (JNS), The Times of Israel, i24NEWS, dan Channel 12 melaporkan rencana kunjungan tersebut. Prabowo disebut akan mengunjungi Israel pada 14-15 Oktober 2025.

Seorang influencer Israel yang juga dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Hananya Naftali, turut mengunggah rencana kunjungan Prabowo ke negara Zionis itu.

“BREAKING NEWS: Presiden Indonesia kemungkinan akan berkunjung ke Israel besok, menurut laporan media Israel. Saya harap ini terjadi. Waktunya untuk membuat perdamaian,” tulis Naftali di akun Instagram miliknya pada 12 Oktober 2025. Unggahan tersebut diakhiri dengan bendera Israel dan Indonesia.

Hananya Naftali dikenal sebagai influencer yang menentang antisemitisme, antizionisme, dan gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS) terhadap Israel. Ia pernah bekerja sebagai bagian dari tim digital Perdana Menteri Netanyahu.

Saat ini, Presiden Prabowo tengah berada di Mesir untuk menghadiri KTT perdamaian Gaza dan Israel di Sharm El-Sheikh. Rencananya, Presiden akan menyaksikan upacara penandatanganan perjanjian perdamaian serta penghentian perang di Gaza.

KTT tersebut juga akan dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara lain, di antaranya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Raja Yordania Abdullah II, Emir Qatar Syekh Thamim bin Hamad Al Thani, Presiden Turki Recep Tayip Erdogan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Arab Saudi Muhammad bin Salman Al Saud, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.

Sebelumnya, Presiden Prabowo beberapa kali mendorong Solusi Dua Negara untuk konflik Israel-Palestina. Ia pernah berjanji akan mengakui Israel jika Palestina telah merdeka. Janji itu disampaikan Prabowo saat berpidato pada Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di New York, Amerika Serikat, pada 22 September 2025.

Bagi Prabowo, forum tersebut merupakan momentum bagi negara-negara dunia untuk mengambil tanggung jawab sejarah, tidak hanya terhadap nasib Palestina tetapi juga masa depan Israel serta kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menekankan pentingnya pengakuan atas kedaulatan Palestina.

“Tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel,” kata Prabowo di Markas Besar PBB di New York.

Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan menyatakan akan mendukung semua jaminan atas keamanan Israel. Menurut Prabowo, solusi dua negara dapat membawa perdamaian. “Indonesia sekali lagi menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina,” ucap Prabowo.

Menanggapi pidato Prabowo, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyinggungnya saat berbicara pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. Ia mengatakan, dirinya dan negara-negara lain mencatat “kata-kata yang penuh semangat” dari Presiden Indonesia.

“Dan saya mencatat, seperti halnya Anda juga pasti mencatat, kata-kata yang penuh semangat yang disampaikan di sini oleh Presiden Indonesia. Ini adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Dan ini juga merupakan pertanda tentang apa yang bisa terjadi di masa depan,” kata Netanyahu.

Netanyahu mengklaim bahwa para pemimpin Arab dan Muslim yang berpikiran maju akan memperoleh akses pada teknologi mutakhir dari Israel jika bekerja sama. Teknologi tersebut meliputi bidang kedokteran, sains, pertanian, air, pertahanan, kecerdasan buatan, dan banyak lainnya.

Beberapa hari setelah pidato tersebut, Israel menampilkan baliho bergambar Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah kepala negara. Terlihat juga Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam baliho tersebut.

Di baliho itu berjejer pula Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, Raja Yordania Abdullah II, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS), Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Menurut informasi yang beredar, baliho itu dipasang di sejumlah titik di ibu kota Israel, Tel Aviv. Di media sosial, terutama X, baliho itu ramai diperbincangkan karena disebut-sebut berkaitan dengan dukungan terhadap 21 poin proposal Trump terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel di kawasan Timur Tengah.