Surabaya – Polda Jawa Timur (Jatim) memastikan akan mengusut tuntas ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Proses hukum akan ditempuh untuk mengungkap penyebab tragedi ini.

Kepastian itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, usai meninjau proses identifikasi korban, Selasa (7/10/2025).

“Proses hukum akan kami lakukan,” tegas Kombes Jules.

Saat ini, penyelidikan tengah berjalan intensif. Polisi akan meningkatkan statusnya ke penyidikan setelah proses identifikasi korban rampung.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim terus berupaya mempercepat identifikasi jenazah.

“Kami mohon masyarakat dan keluarga korban bersabar,” ujar Jules. Ia meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada tim DVI untuk bekerja maksimal.

Basarnas telah mengakhiri pencarian korban. Namun, proses identifikasi masih terus berlangsung.

Polda Jatim juga mulai melakukan evaluasi teknis terhadap struktur bangunan yang ambruk.

Polisi telah mengambil sampel tulangan dan beton untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pengambilan sampel ini untuk membantu proses pemeriksaan dan pembersihan lokasi,” jelasnya.

Hingga Selasa malam, Tim DVI Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 17 jenazah tambahan. Total, 34 korban dari 67 kantong jenazah telah teridentifikasi.

Keluarga korban berharap aparat kepolisian segera menuntaskan kasus ini tanpa menunggu proses identifikasi selesai.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *