Berita

Prabowo Ungkap Kader Gerindra Ingin Jadi Distributor Pupuk

98
×

Prabowo Ungkap Kader Gerindra Ingin Jadi Distributor Pupuk

Sebarkan artikel ini
530bdc3c0d578a4ea9b467278cac908a.jpg
530bdc3c0d578a4ea9b467278cac908a.jpg

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkap adanya kader Partai Gerindra yang mencoba memanfaatkan situasi dengan meminta jatah sebagai distributor pupuk. Permintaan itu bahkan diajukan langsung kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Prabowo menegaskan dirinya telah memerintahkan Menteri Amran untuk menolak mentah-mentah permintaan tersebut.

“Ada kader Gerindra yang pintar, dia datang ke Menteri Pertanian. Dia bilang kalau bisa yang 27.000 distributor pupuk diganti kader Gerindra saja,” kata Prabowo saat memberikan pidato di penutupan Musyawarah Nasional Partai Keadilan Sejahtera ke-VI di Jakarta, Senin, 29 September 2025.

Menurut Prabowo, prioritas utama adalah memastikan pupuk sampai ke tangan petani tanpa memandang afiliasi politik mereka.

Prabowo menjelaskan, sebelumnya terdapat 145 peraturan yang menghambat distribusi pupuk, sehingga pupuk sulit diakses oleh petani. Ia kemudian meminta agar aturan-aturan tersebut dihapus.

Penghapusan aturan itu berdampak pada hilangnya pendapatan 27 ribu distributor pupuk, yang berpotensi mengurangi dukungan terhadap dirinya.

“Ada yang sampaikan ke saya. ‘Pak, nanti Bapak (Prabowo) kehilangan dukungan. Ada 27.000 distributor sekarang pak’,” ungkap Prabowo.

Prabowo membandingkan jumlah distributor pupuk dengan jumlah petani yang mencapai 100 juta jiwa. Ia juga menyoroti praktik penunjukan distributor yang kerap diisi oleh orang-orang dekat pemerintah daerah.

“Saya tahu distributor itu ponakan bupati, sepupunya, tim suksesnya. Maaf, ya, kita sudah lama jadi orang Indonesia,” ujarnya.

Dalam situasi tersebut, seorang kader Gerindra mencoba mengambil kesempatan dengan meminta Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengganti 27 ribu distributor pupuk dengan kader Gerindra.

“Pupuk hak petani, mau petani milih PKS, milih demokrat, enggak ada urusan. Politik adalah politik, hak adalah hak,” tegas Prabowo.