Jeddah – Timnas Indonesia bersiap menghadapi dua laga krusial dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup B. Skuad Garuda dijadwalkan menantang tuan rumah Arab Saudi pada 9 Oktober pukul 00.15 WIB, dilanjutkan dengan laga kontra Irak pada 12 Oktober pukul 02.30 WIB. Kedua pertandingan akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi. Seluruh penggawa timnas akan berkumpul di sana pada 1 Oktober untuk memulai persiapan.
Untuk bisa melaju ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli tahun depan, Indonesia wajib menjuarai Grup B. Apabila finis di posisi kedua grup, peluang masih terbuka melalui jalur babak playoff antarkonfederasi yang akan dihelat Maret mendatang.
Manajer timnas Indonesia, Sumardji, menjelaskan rencana persiapan skuad asuhan Patrick Kluivert. Para pemain, baik yang berkompetisi di dalam maupun luar negeri, diagendakan langsung menuju Arab Saudi. “Nanti tanggal 1 Oktober, kami semuanya sudah berkumpul di Saudi Arabia,” kata Sumardji melalui aplikasi perpesanan, Selasa malam, 23 September 2025.
Demi mendukung persiapan timnas, pekan ketujuh kompetisi sepak bola Super League di dalam negeri yang seharusnya digelar awal Oktober, ditunda hingga akhir Desember. Penundaan ini diharapkan membuat para pemain yang dipanggil tim nasional dapat fokus sepenuhnya membela Garuda.
Saat ini, para pemain, tim pelatih, dan ofisial terus menjalin komunikasi intensif melalui grup WhatsApp sebagai bagian dari persiapan. Sumardji mengungkapkan tim ofisial akan bertolak dari Jakarta menuju Arab Saudi pada Senin, 29 September mendatang.
Sementara itu, tim kepelatihan yang masih berada di Eropa juga akan berangkat pada hari yang sama. Namun, pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, akan bertolak dari Belanda sehari setelahnya. “Patrick akan berangkat tanggal 30 September. Jadi 1 Oktober itu semuanya berada di Jeddah,” tegas Sumardji.
Mengacu pada daftar pemain yang dipanggil untuk dua laga terakhir FIFA Match Day September lalu, sebelas pemain di antaranya berasal dari kompetisi dalam negeri. Mereka meliputi bek Rizky Ridho dan Jordi Amat (Persija Jakarta), bek sayap Yance Sayuri dan Yakob Sayuri (Malut United), gelandang Stefano Lilipaly, Ricky Kambuaya, dan Egy Maulana Vikri (Bali United), gelandang Marc Klok, Beckham Putra, dan Eliano Reijnders (Persib Bandung), serta kiper Nadeo Argawinata (Borneo FC).
Sedangkan pemain diaspora yang berkarier di Eropa di antaranya kiper Emil Audero (Cremonese), bek tengah Jay Idzes (Venezia FC), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Elkan Baggott (Ipswich Town), Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), Calvin Verdonk (KAS Eupen), gelandang Thom Haye (Almere City), Joey Pelupessy (Heerenveen), Ivar Jenner (FC Utrecht), dan penyerang Miliano Jonathans (Jong FC Utrecht).
Sejumlah pemain diaspora lainnya bermain di berbagai klub, seperti gelandang Dean James (Excelsior), penyerang Ole Romeny (Oxford United), penyerang Ragnar Oratmangoen (FCV Dender EH), gelandang Marselino Ferdinan (AS Trencin), bek Sandy Walsh dan Shayne Pattynama (Buriram United), serta penyerang Rafael Struick (Brisbane Roar).







