Berita

Evakuasi Kopassus di Yalimo, Papua, Berhasil, Tiga Alami Luka

76
×

Evakuasi Kopassus di Yalimo, Papua, Berhasil, Tiga Alami Luka

Sebarkan artikel ini
6-prajurit-kopassus-terkepung-di-yalimo-papua-dievakuasi,-3-luka-parah
6 prajurit kopassus terkepung di yalimo papua dievakuasi, 3 luka parah

Yalimo – Tim gabungan TNI dan Polri berhasil mengevakuasi enam personel TNI AD Satgas Maleo Kopassus yang sempat terkepung di Kampung Pirip, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan.

Evakuasi dilakukan pada Selasa (16/9) pukul 18.16 WIT.

Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz, menjelaskan bahwa seluruh personel telah dibawa ke Mapolres Yalimo untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Tiga personel mengalami luka parah,” ujar Faizal dalam keterangan tertulis, Kamis (18/9).

Ketiga personel yang terluka adalah Sertu Nando Manurung, Sertu Kantum, dan Letda Inf Supardi. Mereka kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Er Dabi, Yalimo.

Proses evakuasi dimulai pukul 17.26 WIT dengan mengerahkan tiga unit kendaraan roda enam dan tiga kendaraan roda empat. Operasi dipimpin oleh Ipda Abdul Azis dari Satuan Brimob Polda Papua, bersama personel TNI dan Polres Yalimo.

Menurut Faizal, tim gabungan sempat mendapat serangan massa saat proses evakuasi berlangsung. Namun, aparat keamanan berhasil memukul mundur kelompok penyerang.

Kerusuhan yang memicu penyerangan itu bermula dari kesalahpahaman antarpelajar SMA Negeri 1 Elelim. Bentrokan meluas hingga mengakibatkan sekitar 500 warga mengungsi ke Mapolres Yalimo.

“Puluhan bangunan terbakar, termasuk ruko, kos-kosan, rumah dinas, kantor dinas, serta fasilitas TNI dan Polri,” imbuhnya.

Komisaris Besar Polisi Adarma Sinaga, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, menambahkan bahwa sejumlah aparat kepolisian turut menjadi korban dalam kerusuhan tersebut.

Briptu Fitrah H. Naing terluka di wajah akibat lemparan batu, Briptu Muh Aksa Almuthadin terkena panah di kepala, dan Charles (prajurit TNI) luka di bagian kepala.

“Korban jiwa dari masyarakat sipil, yakni Nasir Daeng Mappa (44) dan anaknya Arsya Dafa (9) meninggal dunia terbakar di dalam mobil,” ungkap Adarma.

Seorang anak lain, Atifa (10) mengalami luka sayatan di leher, sedangkan pelajar Papua Sadrak Yohame meninggal akibat luka tembak.