Ecozone

Bank Indonesia Catat Penurunan Tipis Nilai Utang Luar Negeri

89
×

Bank Indonesia Catat Penurunan Tipis Nilai Utang Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
c935c1e059cb037457f9ac2e7a21f653.jpg
c935c1e059cb037457f9ac2e7a21f653.jpg

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2025 menurun menjadi US$ 432,5 miliar, setara Rp 7.094,2 triliun (asumsi kurs Rp 16.402 per dolar AS). Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi Juni 2025 yang tercatat sebesar US$ 434,1 miliar.

Pertumbuhan ULN pada Juli 2025 tercatat melambat menjadi 4,1 persen secara tahunan, dari 6,3 persen pada bulan sebelumnya. Perlambatan ini terutama bersumber dari utang luar negeri sektor publik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa posisi ULN Juli 2025 juga dipengaruhi oleh penguatan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah. Pernyataan ini disampaikan Denny pada Senin, 15 September 2025.

Posisi ULN pemerintah pada Juli 2025 mencapai US$ 211,7 miliar. Pertumbuhannya tercatat 9,0 persen secara tahunan, melambat dibandingkan 10,0 persen pada Juni 2025. Perlambatan ini disebabkan oleh pertumbuhan posisi pinjaman luar negeri dan surat utang pemerintah yang lebih rendah.

Utang luar negeri pemerintah mayoritas dimanfaatkan untuk mendukung sektor-sektor strategis. Rinciannya meliputi Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (23,1 persen), Jasa Pendidikan (17,0 persen), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (15,9 persen), Konstruksi (12,1 persen), serta Transportasi dan Pergudangan (8,9 persen). Denny menegaskan, ULN pemerintah tetap terjaga karena didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen.

Sementara itu, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan seperti bulan sebelumnya. BI mencatat posisi ULN swasta pada Juli 2025 relatif stabil di angka US$ 195,6 miliar, dengan kontraksi pertumbuhan sebesar 0,3 persen secara tahunan.

Menurut Denny, perkembangan ULN swasta ini bersumber dari peningkatan kontraksi pertumbuhan pada ULN bukan lembaga keuangan. Pangsa ULN swasta terbesar berasal dari sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, yang secara total mencapai 80,4 persen dari keseluruhan ULN swasta.

Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Juli 2025 juga mengalami perbaikan. Rasio tersebut turun menjadi 30,0 persen dari 30,5 persen pada bulan sebelumnya. Denny menyimpulkan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.