Ecozone

Bank Sentral Dunia Lanjutkan Aksi Borong Emas, Dolar AS Ditinggalkan?

138
×

Bank Sentral Dunia Lanjutkan Aksi Borong Emas, Dolar AS Ditinggalkan?

Sebarkan artikel ini
emas batangan ap photo 1 11 (1)
emas batangan ap photo 1 11 (1)

Jakarta – Bank sentral di berbagai negara dunia terus menunjukkan minatnya terhadap emas. Aksi borong emas ini menjadi strategi diversifikasi aset dari ketergantungan terhadap dolar AS.

Meskipun volume pembelian tidak sebesar tiga tahun sebelumnya (rata-rata 1.000 ton per tahun), tren ini mengindikasikan keyakinan terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Data World Gold Council (WGC) mencatat, pembelian bersih emas oleh bank sentral mencapai 166 ton pada kuartal II-2025. Angka ini memang 33% lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata kuartalan periode 2010-2021, pembelian emas kali ini masih 41% lebih tinggi.

“Untuk semester pertama 2025, total pembelian mencapai 415 ton, lebih rendah dari 525 ton pada tahun sebelumnya. Harga emas yang tinggi di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global yang tidak stabil, kemungkinan berkontribusi pada perlambatan pembelian,” ungkap WGC dalam laporannya.

Kepala Ekonom Canara Bank, Madhavankutty G, menjelaskan bahwa pembelian emas ini sejalan dengan upaya dedolarisasi, di mana negara-negara berupaya mendiversifikasi cadangan devisa mereka.

“Manfaat tambahan dari emas juga terletak pada aspek keamanannya. Tarif AS telah meningkatkan ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi global, yang pada gilirannya diperkirakan akan membuat harga emas tetapi tinggi,” kata Madhavankutty.

Reserve Bank of India (RBI) tercatat membeli hampir setengah ton emas pada pekan terakhir Juni 2025. Stok emas RBI mencapai 880 ton per 27 Juni 2025, dengan pangsa dalam cadangan devisa India naik menjadi 12,1% per 18 Juli 2025.

National Bank of Poland (NBP) juga menambah 19 ton emas ke cadangannya pada kuartal II-2025. Sementara itu, People’s Bank of China (PBoC) melaporkan pembelian 6 ton emas.

Survei WGC menunjukkan bahwa 95% bank sentral memperkirakan cadangan emas akan meningkat dalam 12 bulan mendatang.