Berita

Mentan Berantas Oplosan, Harga Beras Stabilkan Pasar Tradisional

111
×

Mentan Berantas Oplosan, Harga Beras Stabilkan Pasar Tradisional

Sebarkan artikel ini
aksi-mentan-bongkar-oplosan-membuat-pasar-tradisional-hidup-lagi
aksi mentan bongkar oplosan membuat pasar tradisional hidup lagi

Bogor – Pengungkapan praktik pengoplosan beras oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Satgas Pangan Mabes Polri disambut baik pedagang Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Pasar tradisional ini mengalami lonjakan pembeli sejak kasus tersebut terungkap pada Selasa (5/8/2025).

Kepala Pasar Leuwiliang, Mulyadi, mengatakan terjadi peningkatan signifikan jumlah konsumen yang berbelanja beras di pasar tradisional.

Masyarakat kini beralih dari pasar modern karena tidak percaya lagi pada kualitas beras yang dijual.

“Memang ada peningkatan volume pembeli beras, terutama setelah munculnya pemberitaan mengenai kasus beras oplosan,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, konsumen merasa lebih aman berbelanja di pasar tradisional karena memiliki hubungan langsung dengan pedagang yang dikenal.

“Pasar tradisional jadi pilihan utama karena masyarakat percaya terhadap pedagang yang sudah mereka kenal. Mereka yakin beras yang dijual asli dan tidak dioplos,” lanjutnya.

Mulyadi mengapresiasi ketegasan Menteri Pertanian dalam melindungi konsumen kecil dari praktik curang distribusi pangan.

“Alhamdulillah, Pak Menteri luar biasa. Beliau berani membongkar maraknya beras oplosan. Ini sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan beras yang berkualitas,” katanya.

Pedagang beras, Haji Pepen (45), juga bersyukur atas pengungkapan kasus tersebut. Penjualan beras di tokonya meningkat sejak kasus itu mencuat.

“Alhamdulillah, sejak pengungkapan kasus oleh Pak Menteri dan polisi, pembeli jadi lebih banyak. Pasar jadi ramai lagi,” ungkapnya.

Langkah pemerintah ini mendorong pemulihan kepercayaan terhadap sistem distribusi pangan dan memicu pergeseran konsumsi dari ritel modern ke pasar tradisional.