Berita

DPRD Sumbar Berjanji Perbaiki Jalan Rusak Usai Terima Keluhan

129
×

DPRD Sumbar Berjanji Perbaiki Jalan Rusak Usai Terima Keluhan

Sebarkan artikel ini
warga-keluhkan-jalan-rusak-ke-unand,-dprd-sumbar-janji-perbaiki
warga keluhkan jalan rusak ke unand, dprd sumbar janji perbaiki

Padang – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, berjanji akan memperjuangkan perbaikan jalan rusak menuju Universitas Andalas (Unand). Janji ini ia sampaikan setelah menerima keluhan langsung dari warga Koto Lua, Pauh, Padang.

Warga mengeluhkan kondisi jalan yang menghubungkan Bandar Buat dan Koto Lua. Mereka menilai kerusakan jalan tersebut menghambat aktivitas sehari-hari.

Keluhan ini muncul saat Muhidi melakukan reses di Musola Nurul Anhar, Senin (28/7). Warga mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan utama yang kondisinya rusak parah dan sempit.

Ketua LPM Koto Lua, Gunawan, menuturkan kerusakan jalan sangat menyulitkan mobilitas warga. Mahasiswa dan pelajar juga merasakan dampaknya. “Jalur ini vital untuk akses ke Unand,” tegas Gunawan.

Muhidi menyatakan akan menelusuri status jalan tersebut. Jika jalan itu menjadi kewenangan provinsi, ia berjanji akan memperjuangkan anggaran perbaikan secara bertahap.

“Jika tanggung jawab provinsi, akan kami prioritaskan. Infrastruktur dasar seperti ini harus jadi perhatian,” kata Muhidi.

Selain perbaikan jalan utama, warga juga mengusulkan perbaikan jalan lingkungan yang direncanakan pada 2026. Muhidi berjanji akan memperjuangkan usulan tersebut dalam APBD 2026.

Warga juga menyampaikan usulan lain, seperti pelebaran ruang MTQ dan peningkatan sarana prasarana masjid. Muhidi berjanji akan mencatat semua usulan dan menyesuaikannya dengan prioritas pembangunan.

“Kami hadir bukan hanya mendengar, tapi memastikan usulan ini ditindaklanjuti,” pungkas Muhidi.

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…