Limapuluh Kota – Angin kencang menerjang Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (27/7) sore, mengakibatkan kerusakan pada 12 rumah warga.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini merusak atap rumah dan menumbangkan pepohonan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat melaporkan, kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Tujuh rumah di Jorong Kapalo Bukik, Nagari Batu Payuang, dan tiga rumah di Nagari Bukik Sikumpa mengalami kerusakan.
Dua rumah lainnya berada di Kecamatan Luak, tepatnya di Nagari Mungo dan Sei Kemuyang.
“Kemarin ada 12 unit rumah yang terdampak di Limapuluh Kota. Rata-rata semuanya rusak ringan dan tidak dalam kondisi sangat mengkhawatirkan,” ujar Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab.
BPBD memperkirakan total kerugian mencapai Rp61 juta. Meskipun demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.
Saat ini, BPBD bersama TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta perangkat kecamatan dan nagari telah berada di lokasi untuk membersihkan material dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Menanggapi isu yang berkembang, Ilham Wahab menegaskan bahwa angin kencang tersebut tidak berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca (OMC).
“Peristiwa ini tidak bisa dikaitkan dengan modifikasi cuaca. Skala OMC terlalu kecil untuk memicu fenomena seperti ini. Hal ini sudah dikaji oleh BMKG dan tim OMC,” jelasnya.
Selain itu, BPBD terus memantau potensi banjir lahar dingin dari Gunung Marapi.
Meskipun debit air sempat meningkat akibat hujan deras, kondisinya masih dalam batas normal.
“Kita sudah pasang Early Warning System dan sensor di daerah aliran sungai yang berhulu di Marapi. Tapi kami imbau masyarakat tetap waspada,” pungkas Ilham.







