Berita

Menkumham Syaratkan Satria Arta Kumbara Jadi WNI

50
×

Menkumham Syaratkan Satria Arta Kumbara Jadi WNI

Sebarkan artikel ini
menteri-hukum-beri-syarat-satria-arta-kumbara-kalau-mau-jadi-wni-lagi
menteri hukum beri syarat satria arta kumbara kalau mau jadi wni lagi

Jakarta – Mantan prajurit Marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, otomatis kehilangan status WNI setelah bergabung dengan militer Rusia. Hal ini ditegaskan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Supratman Andi Agtas.

“Saya tegaskan, jika seorang WNI menjadi tentara di negara asing maka secara otomatis yang bersangkutan akan kehilangan kewarganegaraan,” ujar Supratman, Rabu (23/7).

Menurut Supratman, Satria harus melalui proses hukum jika ingin kembali menjadi WNI.

Pernyataan Menkumham ini merujuk pada UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI Pasal 23 huruf d & e.

Pasal tersebut mengatur tentang WNI yang kehilangan kewarganegaraan. Salah satunya, jika WNI “masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden”.

Selain itu, WNI juga kehilangan kewarganegaraan jika “secara sukarela masuk dalam dinas negara asing”.

Ketentuan ini diperkuat dengan PP Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan, dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia, khususnya Pasal 31.

“Tidak ada proses pencabutan kewarganegaraan Satria Arta Kumbara menjadi WNI, tapi yang bersangkutan kehilangan kewarganegaraan secara otomatis,” tegas Supratman.

Kemenkumham hingga kini belum menerima laporan resmi terkait status Satria sebagai tentara asing.

Satria Arta Kumbara menjadi sorotan setelah mengaku menyesal bergabung dengan tentara asing dan ingin kembali menjadi WNI.

Dalam video yang viral, Satria menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Satria mengaku tidak tahu bahwa kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia akan menyebabkan kehilangan kewarganegaraannya.

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…