Ecozone

Tim Balap Bersiap, Mobil Menderu, Kemenangan Menanti!

108
×

Tim Balap Bersiap, Mobil Menderu, Kemenangan Menanti!

Sebarkan artikel ini
harta-anak-haji-isam-lenyap-rp-264-miliar-dalam-sehari-gara-gara-ini
harta anak haji isam lenyap rp 264 miliar dalam sehari gara gara ini

Jakarta – Harta kekayaan Liana Saputri dan Jhony Saputra, putra-putri pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), terpantau menyusut. Hal ini dipicu oleh anjloknya harga saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

Pada perdagangan Selasa (22/7/2025), saham PGUN merosot tajam sebesar 12,7% hingga mencapai level 620. Kapitalisasi pasar perusahaan tercatat sebesar Rp 3,56 triliun.

Sempat menyentuh titik terendah di angka 605, saham PGUN sebelumnya sempat melonjak hingga 20%.

Akibatnya, nilai saham PGUN yang dikendalikan oleh Liana dan Jhony berkurang Rp 264,02 miliar, menjadi Rp 2,73 triliun. Padahal, sehari sebelumnya, nilai harta mereka sempat bertambah Rp 484,68 miliar.

Liana dan Jhony mengendalikan PGUN melalui PT Araya Agro Lestari (AAL) dan PT Citra Agro Raya (CAR). Kedua perusahaan ini tercatat memiliki 76,69% saham PGUN, setara dengan 4,4 miliar lembar saham.

Meskipun sempat naik Rp 220,66 miliar dalam dua hari, total harta Liana dan Jhony di saham PGUN telah menyusut Rp 3,8 triliun dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun.

Kinerja emiten yang kurang memuaskan dan aksi divestasi saham menjadi penyebab utama penurunan kekayaan mereka.

Harga saham PGUN telah anjlok lebih dari 50% dari titik tertinggi Rp 1.350 per saham dengan valuasi Rp 7,74 triliun pada awal Januari 2023.

Saat itu, nilai kekayaan gabungan Liana dan Jhony mencapai Rp 6,53 triliun atau masing-masing Rp 3,26 triliun, melalui kepemilikan tidak langsung 84,32% di PGUN.

Sebelumnya, AAL dan CAR telah mengurangi kepemilikan saham di PGUN menjadi 76,69%. Pada 20 Maret 2023, mereka menjual 4,4 miliar saham kepada PT Baramega Citra Mulia Persada dan memperoleh dana segar Rp 352 miliar.

Meskipun harga sahamnya turun tajam, PGUN masih mencatatkan kenaikan 491% dari harga penawaran umum perdana (IPO) lima tahun lalu.

Saat IPO, Liana dan Jhony tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan langsung terbesar. Liana, yang saat IPO berusia 22 tahun, menjabat sebagai Komisaris Utama PGUN.

Jhony, yang saat IPO berusia 19 tahun, juga menduduki posisi strategis di berbagai perusahaan lain dalam Grup Jhonlin milik Haji Isam.