Fenesia – Harga Sebuah Percaya adalah satu dari sekian banyak novel karya Tere Liye yang mengambil simpati banyak anak milenial
Kutipan Dalam Buku Harga Sebuah Percaya
Di halaman belakang cover, akan ada quotes indah yang membuatmu akan langsung jatuh cinta dengan buku ini, dan ingin membacanya.

Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemputnya.” Percayalah pada kalimat bijak itu.
Hanya itu yang perlu dilakukan.
Sisanya, biarlah waktu yang menyelesaikan bagiannya.
Maka, kau akan mendapatkan hadiah terindah atas cinta sejatimu. Percayalah!Ini adalah kisah tentang Jim, dari Kisah Sang Penandai, yang terpilih untuk mengguratkan cerita tentang berdamai dengan masa lalu. Ia harus menyelesaikan pahit-getir perjalanannya, apa pun harganya! Karena sungguh kita membutuhkan dongeng ini.
My Review
Jujur saja membaca buku ini tidak menghabiskan waktu yang begitu lama, dengan waktu yang tidak lebih dari 48 jam novel ini pasti tuntas di baca.
Jika biasanya Novel-novel indah di luar sana di awali dengan kisah yang menyenangkan mak berbeda jauh dengan novel ini. Novel Harga Sebuah Percaya ini di mulai dengan perpisahan yang menyakitkan.
Buku ini bercerita tentang ‘Jim’ seorang pemuda miskin yang jatuh cinta kepada ‘Nayla’ seorang bangsawan kaya raya. Nayla bukanlah wanita sombong, ia bahkan juga jatuh hati kepada ‘Jim’ yang bisa dibilang tidak memiliki apa-apa.
Namun yang jadi permasalahan adalah, Orangtua Nayla sudah memilihkan calon untuknya jauh sebelum Jim hadir. Mereka tidak bisa berbuat apapun, sebab keinginan ibunya adalah suatu bentuk perintah. Nayla yang sudah telanjur memberikan hatinya kepada Jim, memilih untuk bunuh diri daripada menikah dengan pria lain. Hati Jim hancur melihat tubuh kaku Nayla, Jim mengakui dirinya sebagai pengecut sebab Nayla sudah berulang kali meminta Jim untuk membawanya pergi namun Jim tidak berani.
Ingin rasanya ia menyusul Nayla. Namun, keberaniannya selalu menciut, berkali kali Jim mencoba bunuh diri namun setiap kali ia berusaha menjemput maut ia selalu membatalkannya.
Jim akhirnya terpilih untuk memulai dongengnya sendiri, dan bertemu sosok ‘Sang Penandai’ begitu isitilahnya. Awalnya Jim sulit untuk mengerti apa yang dimaksud oleh sang penandai ini. Tapi keadaan memaksa Jim untuk mempercayai Si Penandai dan akhirnya memulai perjalanannya dalam mencari dongengnya sendiri.
Di perjalanan tersebut, Jim memutuskan untuk ikut dalam ekspedisi untuk menemukan tanah harapan. Selama ekspedisi tersebut Jim akan bertemu dengan berbagai macam tokoh lain. Seperti Laksamana Ramirez pemimpin ekspedisi “Tanah Harapan”, Pate teman kelasi Jim yang berkulit gelap, dan si Mata Elang seorang Kepala Pasukan Legendaris di Armana Terapung.
Si kelasi yang menangis, itulah julukan Jim diatas kapal Pedang Langit. Tapi dengan seiring waktu, si kelasi yang menangis dapat berubah menjadi lebih jantan, kuat, berani, yang bisa menghabisi perompak terkuat sekalipun.
Moral Value
Sebagai manusia kita tidak bisa menentukan takdir, Kita bisa memilih hidup bersama siapa namun tidak bisa memilih akan jatuh hati kepada siapa.
Dan di balik takdir yang kita belum tahu bagaimana akhirnya, “Harga Sebuah Percaya” memang dipertaruhkan. Percaya akan takdir baik, dan berusaha untuk mewujudkan takdir baik itu sendiri.







