Jakarta – Mimpi Indiana Pacers meraih gelar juara NBA terancam pupus. Cedera kaki kanan yang dialami Tyrese Haliburton membatasi pergerakannya, dan Pacers harus mengakui keunggulan Oklahoma City Thunder 109-120 dalam Gim 5, Selasa (17/6/2025). Kekalahan ini membuat Pacers tertinggal 2-3 dalam seri *best of seven*.
Haliburton, *guard* andalan Pacers, tampak kesakitan setelah terjatuh di kuarter pertama. Ia sempat meninggalkan lapangan untuk mendapatkan perawatan dan kembali bermain dengan perban di betis kanannya.
Melansir laman NBA, Haliburton diduga mengalami cedera otot betis kanan dan akan menjalani MRI untuk mengetahui tingkat keparahannya.
“Kalau saya masih bisa jalan, saya mau tetap bermain,” ujar Haliburton usai pertandingan, menunjukkan semangat pantang menyerah.
Meski bermain selama 34 menit, performa Haliburton jauh dari optimal. Ia tak mencetak satu poin pun di babak pertama, catatan terburuk dalam 36 laga *playoff* sepanjang kariernya. Ia baru mencetak angka melalui dua *free throw* di kuarter ketiga.
Secara keseluruhan, Haliburton hanya mencatat 0-6 tembakan, 7 *rebound*, dan 6 *assist*. Ia lebih banyak berperan sebagai pengalir bola daripada eksekutor.
Pelatih Pacers, Rick Carlisle, mengakui Haliburton memaksakan diri untuk tetap bermain. “Kami khawatir di jeda paruh waktu, tapi dia ngotot ingin tetap bermain. Saya pikir ia masih bisa melakukan banyak hal baik di babak kedua, meski jelas tidak 100 persen,” kata Carlisle.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Pacers setelah sebelumnya takluk di Gim 4 di kandang sendiri. Ini menjadi kekalahan beruntun pertama mereka sejak pertengahan Maret.
Sepanjang *playoff*, Pacers selalu unggul dalam seri melawan Milwaukee, Cleveland, dan New York. Namun, kini mereka berada di bawah tekanan besar.
Dengan kondisi Haliburton yang belum pasti, Pacers wajib menang di Gim 6, Kamis waktu setempat di Indianapolis, untuk memaksa laga penentu (Gim 7) di kandang Thunder, Senin (23/6/2025).
“Ini final. Saya kerja seumur hidup untuk momen seperti ini,” tegas Haliburton. “Saya cuma mau membantu tim semampu saya. Tidak terpikir untuk menyerah sekarang.”
Pacers kini berada di ujung tanduk, sementara Thunder hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan gelar juara NBA pertama mereka sejak era Seattle SuperSonics.







