Berita

Indonesia Tantang Jepang di Laga Terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026

64
×

Indonesia Tantang Jepang di Laga Terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini

HARI INI

Foto : Internet

Osaka – Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan terakhir di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C dengan menghadapi tuan rumah Jepang di Stadion Suita City, Prefektur Osaka, pada Selasa (10/6/2025).

Laga ini sudah tidak mempengaruhi nasib kedua tim. Jepang telah lebih dulu memastikan lolos ke putaran final, sementara Indonesia mengunci tiket ke putaran keempat usai menang 1-0 atas China dan diuntungkan dengan kekalahan Bahrain dari Arab Saudi.

Meski begitu, pertandingan ini tetap penting, terutama jika melihat performa terakhir kedua tim.

Jepang Terluka, Indonesia di Atas Angin
Jepang datang ke laga ini setelah menelan kekalahan 0-1 dari Australia—hasil negatif pertama mereka di putaran ketiga. Gol penentu dicetak Aziz Behich pada menit ke-90. Dalam laga itu, Jepang tampil tanpa banyak pemain utamanya. Dari sebelas starter, hanya Daichi Kamada dan Tsuyoshi Watanabe yang bermain di klub Eropa.

Namun, kekalahan tetap jadi noda di catatan sempurna Jepang. Pelatih Hajime Moriyasu tentu ingin menghapusnya saat menjamu Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia datang dengan semangat tinggi setelah menang tipis atas China lewat penalti Ole Romeny. Kemenangan ini bukan hanya mengantar tim Garuda lolos, tapi juga menegaskan pendekatan berani pelatih Patrick Kluivert.

Kluivert menurunkan empat pemain dari Liga 1 di susunan utama saat melawan China. Keputusan itu terbukti tepat, karena keempat pemain tampil solid di tengah dominasi pemain diaspora.

Laga Ulang, Dendam Lama
Pada pertemuan terakhir di Jakarta, Jepang membungkam Indonesia dengan skor 4-0. Takumi Minamino, Hidemasa Morita, Yukinari Sugawara, dan gol bunuh diri Justin Hubner menjadi penyumbang gol. Jepang menguasai laga dengan 67% penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang dibanding Indonesia.

Kini, Indonesia berkesempatan menampilkan performa yang lebih baik, terutama dengan kembalinya dua pilar utama: Maarten Paes dan Marselino Ferdinan, yang absen saat melawan China karena akumulasi kartu.

Persaingan di Skuad: Paes vs Emil, Marselino vs Egy
Meski sudah bisa dimainkan, Paes dan Marselino belum tentu langsung mengisi tim inti. Emil Audero Mulyadi tampil gemilang saat menggantikan Paes dengan mencatatkan clean sheet dan beberapa penyelamatan krusial.

Di lini serang, Egy Maulana Vikri mampu menjalankan peran Marselino dengan baik. Bersama Romeny, Egy menciptakan sejumlah peluang berbahaya dan tampil percaya diri.

Kondisi ini memberi fleksibilitas bagi Kluivert untuk bereksperimen. Nama-nama seperti Kevin Diks, Mees Hilgers, dan Beckham Putra bisa mendapat menit bermain lebih banyak dalam laga ini.

Jepang Rotasi, Indonesia Punya Peluang
Menghadapi Indonesia, Jepang kemungkinan kembali menurunkan tim lapis kedua. Dalam laga sebelumnya kontra Australia, Moriyasu mencadangkan beberapa pemain andalan seperti Zion Suzuki, Wataru Endo, dan Takefusa Kubo, serta tidak menyertakan Kaoru Mitoma dalam skuad.

Dua pemain belakang Jepang, Koki Machida dan Tsuyoshi Watanabe, juga harus absen karena cedera. Tanpa mengganti keduanya, Jepang hanya menyisakan 21 pemain dalam skuad mereka.

Moriyasu bahkan sudah memberi kesempatan debut kepada tiga pemain baru: Hiroki Sekine, Yu Hirakawa, dan Kota Tawaratsumida. Melawan Indonesia, bukan tidak mungkin pelatih Jepang kembali merotasi skuad dan memberi kesempatan bagi talenta muda lainnya.

Kans Garuda Curi Poin
Jika Jepang kembali memainkan banyak pemain muda, peluang Indonesia untuk mencuri poin terbuka lebar. Apalagi, performa kolektif skuad Garuda di bawah Kluivert menunjukkan progres signifikan. Tidak hanya dari segi hasil, tetapi juga permainan yang semakin disiplin dan taktis.

Dukungan mental setelah memastikan lolos ke putaran keempat membuat Indonesia bisa tampil lepas, sementara Jepang mungkin sedikit lengah. Laga ini akan menjadi ujian nyata bagi tim Garuda untuk mengukur seberapa jauh mereka siap bersaing di level tertinggi Asia.