Ecozone

IHSG Melemah 0,69%, Investor Lakukan Transaksi Crossing Saham DSSA hingga SMMA

8
×

IHSG Melemah 0,69%, Investor Lakukan Transaksi Crossing Saham DSSA hingga SMMA

Sebarkan artikel ini
Layar monitor menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup melemah 0,69% ke level 6.365 di tengah maraknya transaksi crossing saham emiten besar.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,69% atau 44,28 poin ke level 6.365 pada perdagangan Senin (10/8/2026) akibat tekanan jual di mayoritas sektor saham.

Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), koreksi pasar ini terjadi di tengah aktivitas transaksi jumbo atau crossing saham yang signifikan pada sejumlah emiten besar.

Data bursa mencatat transaksi crossing pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencapai nilai Rp 1,29 triliun dengan rata-rata harga Rp 974 per saham.

Aktivitas transaksi besar lainnya juga terjadi pada saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 400,9 miliar serta PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebesar Rp 110,7 miliar.

Secara keseluruhan, volume perdagangan sepanjang hari ini mencapai 46,74 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,61 juta kali.

Total nilai transaksi yang tercatat di pasar modal mencapai Rp 18,1 triliun dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 11.155 triliun.

Pergerakan saham di pasar menunjukkan sebanyak 287 emiten ditutup menguat, 329 emiten melemah, dan 180 emiten lainnya stagnan.

Sepuluh dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI mencatatkan kinerja negatif dan parkir di zona merah.

Sebaliknya, sektor transportasi berhasil mencatatkan lonjakan sektoral sebesar 6,21% di tengah pelemahan indeks utama.

Kenaikan sektor transportasi ditopang oleh saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang melesat 33,33% ke level 72 hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA).

Saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 31,48% ke posisi Rp 71.

Di sisi lain, sektor infrastruktur mengalami tekanan dengan koreksi sektoral sebesar 1,25%.

Beberapa saham penggerak sektor infrastruktur yang melemah antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 3,32% ke Rp 2.620.

Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 3,99% ke level 3.370 dan PT Indosat Tbk (ISAT) anjlok 3,23% ke Rp 2.100.

Kondisi pasar domestik yang melemah berbanding terbalik dengan indeks di kawasan Asia yang mayoritas ditutup di zona hijau.

Indeks Nikkei Jepang naik 2,22% ke level 67.064, Shanghai Composite menguat 0,67% ke 3.966, dan Hang Seng naik 1,06% ke level 25.939.

Daftar top gainers hari ini dipimpin oleh PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang naik 33,33% ke level 72.

Posisi berikutnya ditempati PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) yang naik 31,48% ke level 71 serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang menguat 11,47% ke level 515.

Sementara itu, daftar top losers diisi oleh PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang turun 15% ke level 2.040.

Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga masuk dalam jajaran pelemahan dengan penurunan 9,52% ke level 38.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melengkapi daftar penurunan dengan koreksi 4,93% ke level 2.120.