Jakarta – Panitia penyelenggara Piala Presiden 2026 memberikan tanggapan resmi atas kritik yang dilayangkan pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengenai jadwal pertandingan yang dianggap terlalu mepet pada Kamis (6/8/2026).
Dilansir dari jpnn.com, pihak penyelenggara menegaskan bahwa seluruh regulasi turnamen pramusim ini telah melalui prosedur administratif yang sah dan disetujui oleh konfederasi terkait.
Sebelumnya, Igor Tolic meluapkan kekesalan karena skuad Maung Bandung hanya memiliki waktu istirahat kurang dari 48 jam menjelang laga final.
Pelatih tersebut mengacu pada standar FIFA yang mewajibkan jeda minimal 72 jam antarpertandingan untuk melindungi kondisi fisik serta mental para pemain.
Menanggapi protes tersebut, Wakil Ketua 6 Bidang Administrasi Turnamen Piala Presiden, Risha Adi Wijaya, menyatakan bahwa aturan jeda 72 jam hanya berlaku untuk turnamen antarnegara di bawah naungan resmi FIFA.
“Terkait permasalahan 72 jam masa istirahat, kalau boleh kita share bahwa 72 jam masa istirahat itu adalah rekomendasi FIFA terhadap anggotanya, dengan catatan untuk turnamen antar federasi,” kata Risha.
Risha menambahkan bahwa ajang Piala Presiden 2026 memiliki regulasi tersendiri yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari AFC setelah melalui proses peninjauan draf jadwal dan dokumen administratif.
“Untuk Piala Presiden 2026 ini, kita sudah mendapatkan approval dari AFC, di mana untuk mendapatkan approval itu kita juga memberikan schedule, regulasi, dan hal-hal administrasi lainnya,” ujar Risha.
Pihak panitia juga mengeklaim bahwa sosialisasi terkait padatnya kalender turnamen telah dilakukan sebanyak tiga kali kepada seluruh klub peserta melalui pertemuan daring maupun pertemuan teknis.
Sebagai solusi atas ketatnya jadwal, penyelenggara memberikan fleksibilitas penuh kepada setiap tim untuk melakukan rotasi pemain secara besar-besaran di setiap pertandingan.
Kelonggaran tersebut diwujudkan dalam kebijakan yang mengizinkan setiap klub melakukan pergantian pemain hingga 12 kali dalam satu laga.
“Kita memberikan kebebasan kepada klub peserta untuk mengganti rotasi pemain sebanyak 12 pemain dalam satu kali pertandingan, jadi tinggal pelatih saja untuk mengatur gimana rotasi itu bisa dilaksanakan,” tutur Risha.
Selain kebijakan rotasi, panitia juga telah memberikan kesempatan kepada klub-klub semifinalis untuk memperkuat skuad dengan mendaftarkan pemain baru menjelang babak empat besar.
“Kita memberikan surat kepada seluruh peserta yang masuk babak semifinal untuk mendaftarkan pemain barunya kembali, jadi banyak sekali, dinamis sekali dari kompetisi yang kita berikan kepada klub-klub tersebut,” tutup Risha.







