Berita

Iran Serang Fasilitas Pusat Data AI Milik Amerika Serikat di Bahrain

8
×

Iran Serang Fasilitas Pusat Data AI Milik Amerika Serikat di Bahrain

Sebarkan artikel ini
kenapa-iran-mulai-serang-pusat-data-ai-milik-amerika?
kenapa iran mulai serang pusat data ai milik amerika?

Jakarta – Infrastruktur kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah kini menjadi target serangan fisik Iran.

Eskalasi ini menandai pergeseran taktik perang yang menempatkan infrastruktur teknologi vital global di garis depan konflik.

Iran dilaporkan telah menyerang fasilitas Amazon Web Service (AWS) di Bahrain pada akhir bulan lalu.

Citra satelit menunjukkan kerusakan luas pada fasilitas tersebut.

Dasbor layanan AWS mencatat gangguan operasional sejak serangan awal pada 30 April.

Hingga saat ini, pihak Amazon menolak memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.

Teheran menyatakan serangan dilakukan karena Amazon berperan sebagai penyedia layanan komputasi awan bagi intelijen militer Amerika Serikat.

Keterlibatan Amazon mencakup kontrak besar dalam proyek Joint Warfighting Cloud Capability senilai US$9 miliar bersama Google, Microsoft, dan Oracle.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah memublikasikan daftar 29 target teknologi regional yang menjadi sasaran militer mereka.

Daftar tersebut mencakup fasilitas milik Google, Microsoft, Nvidia, dan Palantir yang tersebar di berbagai wilayah Timur Tengah.

Serangan ini menempatkan Washington dalam posisi sulit mengingat AI merupakan pilar utama keamanan nasional serta pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Kawasan Teluk kini menjadi medan taruhan tinggi bagi ambisi AI global, bersanding dengan pengaruh Amerika Serikat dan Tiongkok.

Arab Saudi telah mengalokasikan dana kekayaan negara sebesar US$1 triliun untuk pengembangan sektor AI.

Uni Emirat Arab juga tengah mengeksekusi proyek pusat data AI “Stargate” senilai US$500 miliar.

Proyek tersebut melibatkan kemitraan strategis dengan sejumlah raksasa teknologi, yakni OpenAI, Oracle, Nvidia, dan Cisco.