Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,50% ke level 6.351 pada penutupan perdagangan bursa saham domestik hari Rabu (5/8/2026).
Dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan positif ini didorong oleh aksi beli investor yang menyebabkan 406 saham mengalami kenaikan harga.
Terdapat 208 saham yang terkoreksi, sementara 178 saham lainnya terpantau stagnan di akhir sesi perdagangan.
Total nilai transaksi harian yang tercatat di pasar modal mencapai Rp 14,92 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 40,25 miliar saham.
Frekuensi transaksi yang terjadi sepanjang sesi mencapai 2,33 juta kali, yang mencerminkan tingginya aktivitas pelaku pasar.
Kapitalisasi pasar IHSG pada penutupan sesi kali ini tercatat berada di angka Rp 11.109 triliun.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi instrumen dengan nilai transaksi tertinggi, yakni mencapai Rp 799,40 miliar.
Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 655,92 miliar.
Posisi berikutnya ditempati oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai transaksi mencapai Rp 566,65 miliar.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat transaksi sebesar Rp 521,06 miliar, diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 505,91 miliar.
Transaksi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencapai Rp 468,76 miliar, sedangkan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 415,39 miliar.
Secara sektoral, sembilan dari sebelas sektor yang ada di BEI mencatatkan kenaikan.
Sektor bahan baku menjadi kontributor kenaikan terbesar dengan apresiasi sebesar 2,21%.
Pendorong utama sektor tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik 6,23% ke level Rp 3.070.
Di jajaran top gainers, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memimpin dengan kenaikan 20,27% ke harga Rp 890.
Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menyusul dengan kenaikan 9,63% ke level Rp 535.
Kenaikan juga dialami oleh PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebesar 6,45% ke posisi Rp 1.155.
Sebaliknya, saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menjadi top losers setelah turun 14,45% ke harga Rp 740.
Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terkoreksi 11,29% ke level Rp 5.500.
Koreksi juga menimpa PT MD Entertainment Tbk (FILM) sebesar 3,35% ke harga Rp 1.010.
Kondisi serupa terjadi di bursa regional Asia yang mayoritas ditutup di zona hijau.
Indeks Nikkei di Jepang mencatat lonjakan signifikan sebesar 3,66%.
Indeks Shanghai Composite di Tiongkok tumbuh sebesar 1,47%.
Indeks Hang Seng di Hong Kong turut menguat sebesar 0,24%.
Berbeda dengan tren regional, indeks Straits Times di Singapura justru melemah sebesar 0,55%.







