Ecozone

IHSG Sesi I Menguat, Saham Grup Djarum BACH ARB Beruntun

18
×

IHSG Sesi I Menguat, Saham Grup Djarum BACH ARB Beruntun

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar pergerakan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG menguat 0,69% ke level 6.363 pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia, Rabu (5/8/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,69% ke level 6.363 pada perdagangan sesi pertama hari Rabu (5/8/2026) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang didorong oleh dominasi sentimen positif di pasar modal domestik.

Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas pasar mencatat sebanyak 436 saham mengalami kenaikan, sementara 179 saham terkoreksi dan 172 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Nilai transaksi saham yang tercatat pada sesi siang ini mencapai Rp 7,88 triliun dengan total volume perdagangan sebesar 20,66 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,35 juta kali.

Kapitalisasi pasar IHSG hingga penutupan sesi pertama tercatat menyentuh angka Rp 11.139 triliun.

Pergerakan sektoral menunjukkan tren positif, di mana sepuluh dari sebelas sektor yang ada di BEI terpantau berada di zona hijau.

Sektor bahan baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,34%, dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu pendorong utama melalui penguatan 5,88% ke harga Rp 3.060.

Di sisi lain, saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) kembali mengalami tekanan jual signifikan hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) untuk hari kedua secara berturut-turut.

Saham BACH ditutup merosot 14,45% ke level Rp 740, setelah pada perdagangan sebelumnya mencatat penurunan sebesar 14,78%.

Daftar saham yang masuk dalam jajaran top gainers meliputi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang naik 11,86% ke Rp 545, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang naik 9,52% ke Rp 805, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang tumbuh 8,03% ke level Rp 7.400.

Sementara itu, jajaran top losers diisi oleh PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dengan penurunan 14,45% ke Rp 740, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang melemah 4,38% ke Rp 1.310, dan PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang turun 3,83% ke Rp 1.005.

Kinerja bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi mengikuti dinamika pasar global.

Indeks Nikkei di Jepang berhasil menguat 3,47% dan Shanghai Composite di China tumbuh 1,38%.

Sebaliknya, indeks Hang Seng di Hong Kong tercatat tergelincir tipis 0,01% dan Straits Times di Singapura melemah 0,49%.

Data ekonomi domestik terkini menunjukkan bahwa meskipun pabrik masih melakukan ekspansi, aktivitas perekrutan karyawan di sektor industri terpantau mengalami perlambatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan menjadi 7,22 juta orang per Mei.

Laporan terbaru Forbes mengenai daftar orang terkaya di Indonesia juga menunjukkan pergeseran posisi, di mana Low Tuck Kwong kini menggeser Prajogo Pangestu sebagai individu dengan kekayaan tertinggi.