Ecozone

Digicare UMJ Tingkatkan Literasi Digital Remaja di Era Modern

11
×

Digicare UMJ Tingkatkan Literasi Digital Remaja di Era Modern

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa FISIP UMJ memberikan edukasi literasi digital kepada siswa SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi dalam program Digicare.
Mahasiswa FISIP UMJ menyelenggarakan kegiatan Digicare untuk meningkatkan literasi digital siswa SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi.

Pamulang, Tangerang Selatan – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Digicare di SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi pada Jumat (24/7/2026) untuk meningkatkan literasi digital, empati, dan kesadaran privasi data bagi para siswa.

Dilansir dari keterangan resmi Universitas Muhammadiyah Jakarta, inisiatif ini merupakan implementasi praktis dari mata kuliah Event Management yang mewajibkan mahasiswa mengelola seluruh alur kerja mulai dari perencanaan, koordinasi, eksekusi, hingga tahap evaluasi akhir.

Kegiatan tersebut mengangkat isu krusial mengenai urgensi literasi digital serta pentingnya membangun etika berinteraksi di ruang siber bagi generasi muda.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Event Management sekaligus Kepala Kantor Sekretariat Universitas, Syifa Astasia Utari, menyatakan bahwa Digicare berfungsi sebagai sarana pembelajaran untuk mengasah kepemimpinan dan kemampuan pengambilan keputusan mahasiswa secara langsung.

“Saya melihat energi, ide segar, dan karakter mereka yang pas untuk mengelola Digicare,” kata Syifa.

“Saya yakin, ketika kita serius percaya pada mahasiswa, mereka akan tumbuh melebihi ekspektasi,” ujar Syifa.

Syifa menambahkan bahwa perkembangan kompetensi mahasiswa terlihat signifikan selama penyelenggaraan acara, terutama saat menghadapi kendala logistik pada masa persiapan.

Melalui keterlibatan aktif dalam proyek ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai tiga kompetensi utama yakni manajemen proyek riil, komunikasi lintas pemangku kepentingan, serta resiliensi kerja.

Ketua Pelaksana Digicare 2026, Muhammad Thoriq Ilyas, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pemenuhan ujian akademik, melainkan bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Muhammad Thoriq Ilyas berharap program edukasi mengenai keamanan data dan etika bermedia digital ini dapat diperluas jangkauannya ke berbagai sekolah lain di masa mendatang.

Penyelenggaraan acara ini menjadi bukti nyata integrasi antara teori akademik di ruang kelas dengan kebutuhan praktis masyarakat di era transformasi digital.

Seluruh rangkaian kegiatan disusun untuk memberikan dampak edukatif yang berkelanjutan bagi siswa SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi dalam menghadapi tantangan ruang digital.

Pengalaman yang didapatkan mahasiswa selama mengelola kegiatan ini diproyeksikan menjadi bekal profesionalisme mereka di industri komunikasi di masa depan.

Dengan adanya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, proyek ini berhasil dieksekusi dengan standar manajemen acara yang terstruktur dan terukur.

Keberhasilan pelaksanaan Digicare menunjukkan bahwa mahasiswa mampu bertindak sebagai agen perubahan melalui pendekatan edukasi yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Pihak Universitas Muhammadiyah Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang inovatif dan berdampak luas.