Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,51% atau 95,68 poin ke level 6.430 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis (23/7/2026).
Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia, lonjakan indeks ini didorong oleh aksi beli masif pada saham-saham sektor konglomerat yang mendominasi pergerakan pasar sepanjang sesi pagi.
Saham dari Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI), melesat 15,48% ke level Rp 194, sementara PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melonjak 10,45% ke posisi Rp 486.
Sentimen positif juga menyasar saham-saham di bawah naungan Grup Prajogo Pangestu, dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 13,19% ke Rp 815.
Selain itu, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan kenaikan 8,74% ke Rp 5.100, diikuti oleh PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang menguat 6,94% ke level Rp 770.
Seluruh sektor di bursa terpantau berada dalam zona hijau, dengan sektor properti memimpin kenaikan sebesar 4,46%.
Kenaikan di sektor properti ini ditopang oleh kinerja PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang naik 3,45% ke Rp 600.
Emiten lain di sektor serupa seperti PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) tumbuh 3,68% ke Rp 141 dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melonjak 4,88% ke Rp 3.870.
Berdasarkan data perdagangan, total volume transaksi mencapai 34,81 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,75 ribu kali.
Nilai transaksi keseluruhan pada sesi pertama tercatat sebesar Rp 11,89 triliun, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 11.286 triliun.
Saham BUMI menjadi yang paling aktif ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 1,23 triliun.
Di posisi berikutnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 838 miliar, disusul oleh DEWA dengan nilai Rp 691 miliar.
Kinerja pasar modal domestik ini sejalan dengan tren mayoritas bursa di kawasan Asia yang juga ditutup di zona hijau.
Indeks Nikkei di Jepang tercatat naik 0,45% ke level 66.410, sementara Hang Seng di Hong Kong menguat 1,27% ke level 25.209.
Berbeda dengan tren regional lainnya, indeks Shanghai Composite di Tiongkok justru melemah tipis 0,07% ke level 3.864.
Daftar top gainers siang ini mencakup PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang naik 24,92% ke Rp 2.030.
Selanjutnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menguat 14,5% ke Rp 4.580 dan CUAN melengkapi daftar dengan kenaikan 13,19% ke Rp 815.
Sementara itu, daftar top losers diisi oleh PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang terkoreksi 3,75% ke Rp 308.
Saham PT MEDTV Media Technology Tbk (NETV) juga mengalami pelemahan sebesar 3,64% ke Rp 53.
Terakhir, PT Niramas Utama Tbk (JELI) mencatatkan penurunan sebesar 2,03% ke level Rp 725.






