Depok – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) untuk meningkatkan peran kepala desa dalam memajukan wilayah serta menekan laju urbanisasi.
Inisiatif ini diwujudkan melalui program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) yang menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Fokus utama program adalah membangun Indonesia dari desa guna mendorong pemerataan ekonomi sekaligus mengentaskan kemiskinan.
Tito mengungkapkan, saat ini sebanyak 56 persen penduduk Indonesia terkonsentrasi di perkotaan, sedangkan penduduk perdesaan hanya tersisa 44 persen.
Menurutnya, penguatan peran desa menjadi kunci krusial untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan membuka lapangan kerja di tingkat lokal.
Pemerintah sendiri telah menetapkan tiga langkah strategis dalam memperkuat tata kelola desa.
Langkah tersebut meliputi penguatan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dan pembentukan kementerian khusus yang menangani urusan desa.
Selain itu, pemerintah terus mengoptimalkan penyaluran dana desa sebagai instrumen penguatan anggaran untuk memperkecil ketimpangan antara desa dan kota.
Melalui program KDMK, para kepala desa mendapatkan pelatihan manajerial, teknis administrasi, hingga pengembangan pola pikir inovatif.
Tito menekankan, kegiatan ini bertujuan menyetarakan kompetensi seluruh kepala desa yang berasal dari berbagai latar belakang di Indonesia.
Universitas Indonesia dipilih sebagai mitra strategis karena reputasi akademisnya yang dinilai mumpuni dalam mendukung pembangunan nasional.
Sebanyak 434 kepala desa dari 32 provinsi tercatat mengikuti pelatihan KDMK angkatan kedua ini.
Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026.







